Skip to content

Foomer Official

Sumber Info Terlengkap dan Terupdate

Primary Menu
  • Home
  • Umum
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Home
  • Home
  • Bedak Tabur Tidak Lagi Dianjurkan untuk Bayi, Simak Alasan Medisnya
  • Gaya Hidup
  • Home

Bedak Tabur Tidak Lagi Dianjurkan untuk Bayi, Simak Alasan Medisnya

Foomers September 28, 2025 3 minutes read
Bedak Tabur Tidak Lagi Dianjurkan untuk Bayi, Simak Alasan Medisnya

Bedak Tabur Tidak Lagi Dianjurkan untuk Bayi, Simak Alasan Medisnya

Foomer Official – Banyak orang tua terbiasa menaburkan bedak pada tubuh bayi setelah mandi karena aroma lembutnya dianggap menambah kenyamanan. Namun, praktik ini kini tidak lagi disarankan. Dokter Spesialis Anak, Dimple Nagrani, menegaskan bahwa bayi baru lahir belum memiliki bulu halus di hidung. Akibatnya, partikel bedak tabur lebih mudah terhirup dan masuk ke paru-paru. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan pernapasan yang berbahaya jika dibiarkan.

Pandangan Ahli Kesehatan Mengenai Risiko Bedak Tabur

Menurut Dimple, bedak tabur sebaiknya tidak digunakan di area wajah, leher, atau dada. Ia hanya boleh diaplikasikan pada bagian tubuh yang cenderung berkeringat, itupun dengan sangat hati-hati. Rekomendasi serupa juga dikeluarkan oleh American Academy of Pediatrics (AAP), yang menegaskan bahwa bayi sebenarnya tidak memerlukan bedak. Justru, penggunaannya bisa memicu masalah kesehatan serius, baik pada kulit maupun sistem pernapasan bayi.

Baca Juga : Analisis Biaya Kepemilikan VW ID.Buzz Selama Lima Tahun

Potensi Iritasi pada Kulit Sensitif Bayi

Kulit bayi yang masih sangat lembut mudah sekali mengalami iritasi. Pemakaian bedak tabur dapat memicu rasa gatal, kemerahan, hingga muncul bintik-bintik kecil. Alih-alih menjaga kulit tetap kering, bedak justru berisiko merusak lapisan pelindung alami kulit. Dengan kondisi kulit yang masih berkembang, penggunaan bedak hanya akan memperbesar peluang timbulnya masalah baru.

Ancaman Gangguan Pernapasan Akibat Partikel Bedak

Selain iritasi kulit, partikel halus dari bedak tabur juga bisa menimbulkan masalah pada saluran pernapasan bayi. Jika terhirup, partikel tersebut dapat menyebabkan batuk, pilek, hingga sesak napas. Dalam beberapa kasus, bayi bisa mengalami peradangan yang membuat mereka semakin tidak nyaman. Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar orang tua menghindari kebiasaan ini sejak dini.

Risiko Alergi dan Reaksi Tidak Terduga

Beberapa bayi juga berpotensi mengalami alergi akibat kandungan tertentu dalam bedak tabur. Reaksi alergi bisa muncul dalam bentuk ruam merah, kulit gatal, hingga kesulitan bernapas. Mengingat daya tahan tubuh bayi masih lemah, risiko ini tidak boleh diabaikan. Penggunaan produk perawatan yang lebih aman jauh lebih dianjurkan untuk menghindari potensi masalah kesehatan jangka panjang.

Dampak Jangka Panjang Termasuk Risiko Kanker

Selain risiko jangka pendek, penelitian menemukan bahwa bedak berbahan dasar talc yang terkontaminasi asbes bersifat karsinogenik. Paparan jangka panjang dapat meningkatkan kemungkinan berkembangnya kanker. Fakta ini membuat banyak organisasi kesehatan dunia menyerukan agar penggunaan bedak talc dihentikan, terutama untuk bayi dan anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Alternatif Aman untuk Menjaga Kenyamanan Bayi

Daripada menggunakan bedak tabur, orang tua bisa menjaga kenyamanan bayi dengan cara yang lebih aman. Misalnya, memilih pakaian berbahan lembut, menjaga kulit tetap kering, serta menggunakan produk perawatan bayi yang bebas dari zat berbahaya. Jika bayi sudah terlanjur menggunakan bedak dan menunjukkan gejala iritasi atau gangguan pernapasan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Dengan begitu, masalah bisa ditangani sebelum menimbulkan dampak lebih serius.

Post navigation

Previous: Polri Masih Kejar Buronan Kasus Kresna Grup dan Wanaartha Life Usai Pulangkan Adrian Gunadi
Next: 1.000 Kopdes Merah Putih Siap Terima Pinjaman Himbara Pekan Depan

Related Stories

Diare Saat Haid: Antara Hal Normal dan Sinyal Tubuh yang Perlu Dipahami
  • Gaya Hidup

Diare Saat Haid: Antara Hal Normal dan Sinyal Tubuh yang Perlu Dipahami

Foomers March 26, 2026
Wabah Meningitis di Inggris: Gejala Mirip Flu yang Berujung Fatal dan Jadi Peringatan Serius
  • Gaya Hidup

Wabah Meningitis di Inggris: Gejala Mirip Flu yang Berujung Fatal dan Jadi Peringatan Serius

Foomers March 20, 2026
300 Ribu Anak Indonesia Alami Depresi dan Cemas, Alarm Serius bagi Kesehatan Mental Generasi Muda
  • Gaya Hidup

300 Ribu Anak Indonesia Alami Depresi dan Cemas, Alarm Serius bagi Kesehatan Mental Generasi Muda

Foomers March 9, 2026

Recent Posts

  • Harga Emas Dunia Siap Catat Penurunan Terbesar Sejak 2008
  • Dunia Mulai Berhemat Energi: Krisis BBM Global Ubah Pola Hidup Masyarakat
  • Diare Saat Haid: Antara Hal Normal dan Sinyal Tubuh yang Perlu Dipahami
  • Harga Emas Dunia Anjlok Tajam, Pekan Terburuk Sejak 1983 di Tengah Geopolitik Memanas
  • SBY Hadiri Halalbihalal di Istana: Momen Hangat Silaturahmi yang Sarat Makna Kebangsaan

Categories

  • Gaya Hidup
  • Home
  • Keuangan
  • Umum

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024

Copyright © Foomer Official | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.