Skip to content

Foomer Official

Sumber Info Terlengkap dan Terupdate

Primary Menu
  • Home
  • Umum
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Home
  • Home
  • Polri Masih Kejar Buronan Kasus Kresna Grup dan Wanaartha Life Usai Pulangkan Adrian Gunadi
  • Home
  • Keuangan

Polri Masih Kejar Buronan Kasus Kresna Grup dan Wanaartha Life Usai Pulangkan Adrian Gunadi

Foomers September 27, 2025 3 minutes read
Polri Masih Kejar Buronan Kasus Kresna Grup dan Wanaartha Life Usai Pulangkan Adrian Gunadi

Polri Masih Kejar Buronan Kasus Kresna Grup dan Wanaartha Life Usai Pulangkan Adrian Gunadi

Foomer Official – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus memburu sejumlah buronan kasus keuangan setelah sukses memulangkan Adrian Gunadi, mantan Direktur PT Investree Radhika Jaya, dari Qatar. Salah satu target utama adalah Michael Steven, tokoh penting di Kresna Group yang diduga terlibat dalam kasus Kresna Life dan Kresna Asset Management. Menurut Polri, upaya ini menjadi langkah serius untuk menuntaskan skandal keuangan besar yang merugikan banyak pihak.

Michael Steven Masuk Red Notice Interpol

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Untung Widyatmoko, menyebut Michael Steven telah resmi masuk dalam daftar red notice sejak 19 September 2025. Meski tidak membeberkan lokasi detail, Untung menegaskan Polri sudah memetakan keberadaan sang buronan. Ia mengingatkan bahwa mengungkap lokasi secara terbuka justru bisa membuat buronan melarikan diri sebelum ditangkap.

Baca juga : Helm JPX Forces: Standar Eropa ECE 22.06 dengan Harga di Bawah Rp1 Juta

Evelina Pietruschka Masih Jadi Buronan Utama

Selain Michael Steven, Polri juga masih mengejar Evelina Fadil Pietruschka, pemegang saham pengendali Wanaartha Life. Menurut Untung, anak Evelina, Rezanantha Pietruschka, lebih dulu ditangkap di California, Amerika Serikat. Namun, karena adanya pembebasan bersyarat, proses hukum terhadap Reza masih berlangsung. Polri menyebut kondisi ini kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan ekonomi yang memiliki kemampuan finansial untuk menyewa pengacara dan menunda proses hukum.

Kerja Sama Polri dengan Otoritas Amerika Serikat

Polri menegaskan tidak bekerja sendiri dalam pengejaran buronan kasus keuangan ini. Komunikasi intensif terus dilakukan dengan berbagai otoritas di Amerika Serikat, seperti Homeland Security, ICE, hingga FBI. Upaya ini dilakukan agar proses pemulangan Evelina Pietruschka bisa segera terealisasi. Polri memastikan tetap aktif dan berkoordinasi demi menegakkan hukum secara adil.

Latar Belakang Kasus Kresna Life dan Wanaartha Life

Kasus yang menjerat Michael Steven dan Evelina Pietruschka berkaitan erat dengan skandal Kresna Life serta Wanaartha Life. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya telah mencabut izin usaha kedua perusahaan tersebut karena pelanggaran serius dalam pengelolaan keuangan. Namun, langkah OJK sempat mendapat perlawanan hukum melalui PTUN Jakarta yang membatalkan pencabutan izin usaha Kresna Life pada Februari 2024.

Tanggapan OJK Terkait Skandal Perusahaan Asuransi

Menanggapi putusan PTUN, OJK menyatakan tetap akan menempuh upaya hukum banding. Menurut Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, perusahaan tidak menunjukkan itikad baik selama masa pengawasan, termasuk pada saat proses likuidasi. Karena itu, sanksi dijatuhkan bertahap sesuai regulasi yang berlaku, demi melindungi hak-hak pemegang polis.

Adrian Gunadi Kini Jalani Proses Hukum

Sementara itu, Adrian Gunadi yang berhasil dipulangkan dari Qatar kini berstatus tahanan OJK dan dititipkan di rutan Bareskrim Polri. Adrian ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penghimpunan dana masyarakat tanpa izin OJK melalui perusahaan terafiliasi dengan Investree. Kasus ini menambah daftar panjang skandal keuangan yang menuntut penanganan serius agar tidak semakin merusak kepercayaan publik terhadap industri jasa keuangan di Indonesia.

Post navigation

Previous: Penelitian Ungkap Makan Keju Sebelum Tidur Bisa Memicu Mimpi Buruk
Next: Bedak Tabur Tidak Lagi Dianjurkan untuk Bayi, Simak Alasan Medisnya

Related Stories

Harga Emas Dunia Siap Catat Penurunan Terbesar Sejak 2008
  • Keuangan

Harga Emas Dunia Siap Catat Penurunan Terbesar Sejak 2008

Foomers March 31, 2026
Harga Emas Dunia Anjlok Tajam, Pekan Terburuk Sejak 1983 di Tengah Geopolitik Memanas
  • Keuangan

Harga Emas Dunia Anjlok Tajam, Pekan Terburuk Sejak 1983 di Tengah Geopolitik Memanas

Foomers March 24, 2026
RUPST Cashlez Setujui Rights Issue 996,6 Juta Saham untuk Perkuat Bisnis Pembayaran Digital
  • Keuangan

RUPST Cashlez Setujui Rights Issue 996,6 Juta Saham untuk Perkuat Bisnis Pembayaran Digital

Foomers March 17, 2026

Recent Posts

  • Harga Emas Dunia Siap Catat Penurunan Terbesar Sejak 2008
  • Dunia Mulai Berhemat Energi: Krisis BBM Global Ubah Pola Hidup Masyarakat
  • Diare Saat Haid: Antara Hal Normal dan Sinyal Tubuh yang Perlu Dipahami
  • Harga Emas Dunia Anjlok Tajam, Pekan Terburuk Sejak 1983 di Tengah Geopolitik Memanas
  • SBY Hadiri Halalbihalal di Istana: Momen Hangat Silaturahmi yang Sarat Makna Kebangsaan

Categories

  • Gaya Hidup
  • Home
  • Keuangan
  • Umum

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024

Copyright © Foomer Official | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.