Skip to content

Foomer Official

Sumber Info Terlengkap dan Terupdate

Primary Menu
  • Home
  • Umum
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Home
  • Keuangan
  • Hashim Djojohadikusumo Tegaskan Indonesia Tak Akan Hapus Energi Fosil
  • Keuangan
  • Umum

Hashim Djojohadikusumo Tegaskan Indonesia Tak Akan Hapus Energi Fosil

Foomers December 3, 2025 3 minutes read
Hashim Djojohadikusumo Tegaskan Indonesia Tak Akan Hapus Energi Fosil

Foomer Official – Dalam forum Rapimnas Kadin 2025, Hashim Djojohadikusumo tampil tegas ketika menjelaskan sikap Indonesia terkait tuntutan internasional untuk menghentikan penggunaan energi fosil. Ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan mengikuti skema phase-out yang menghapus sepenuhnya batu bara, gas alam, dan sumber fosil lainnya. Keputusan ini, menurutnya, lahir dari kebutuhan menjaga stabilitas industri dan pasokan listrik nasional. Hashim menggambarkan tekanan global yang terus datang, namun ia menegaskan Indonesia memilih jalan sendiri sesuai kondisi ekonomi dan kapasitas teknologi yang dimiliki. Dengan sikap itu, pemerintah ingin memastikan transisi energi tetap berlangsung tanpa mengguncang fondasi sektor strategis.

Pemerintah Menolak Phase-Out Energi Fosil

Menurut Hashim, keputusan menolak skema phase-out tidak lahir dari sikap anti-transisi, melainkan karena pemerintah ingin memastikan keberlanjutan industri yang masih bergantung pada energi fosil. Ia menjelaskan bahwa batu bara dan gas masih berperan besar dalam mendukung listrik nasional, sehingga penghapusan mendadak hanya akan menambah masalah. Hashim menuturkan bahwa dunia usaha juga membutuhkan kepastian energi agar tetap bisa berkembang. Ia meyakini bahwa menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan komitmen lingkungan menjadi langkah paling realistis saat ini. Dalam pandangannya, Indonesia tidak menolak perubahan, tetapi menolak tekanan yang mengabaikan konteks lokal.

“Baca Juga : PLN dan TNI Kerahkan 500 Personel untuk Pemulihan Listrik Aceh Pascabencana”

Strategi Phase-Down sebagai Jalan Tengah

Dalam penjelasannya, Hashim menekankan bahwa Indonesia tidak menutup mata terhadap kebutuhan transisi. Pemerintah memilih strategi phase-down, yakni penurunan bertahap penggunaan energi fosil sambil memperkuat kapasitas energi terbarukan. Ia menilai strategi ini lebih adil dan logis, terutama bagi negara berkembang. Dengan pendekatan itu, Indonesia dapat mengurangi emisi tanpa mematikan sektor industri. Hashim juga menambahkan bahwa langkah ini tidak hanya menjadi sikap politik, tetapi juga strategi ekonomi untuk menjaga daya saing nasional. Melalui pola penurunan bertahap, pemerintah berharap dapat memastikan transisi energi berlangsung stabil, tanpa memaksakan batasan yang sulit dicapai.

Percepatan Energi Baru Terbarukan

Meski mempertahankan energi fosil, pemerintah tetap menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan energi baru dan terbarukan. Hashim menyebut bahwa 76 persen kapasitas listrik baru yang akan dibangun dalam 15 tahun ke depan berasal dari sumber terbarukan. Angka ini menggambarkan arah besar kebijakan energi nasional yang tetap bergerak menuju keberlanjutan. Hashim membayangkan masa depan di mana energi bersih mendominasi pasokan listrik Indonesia, meski prosesnya berlangsung secara bertahap. Ia percaya bahwa investasi besar di sektor energi hijau akan membuka peluang ekonomi baru dan menjadi fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang.

“Baca Juga : Ratu Maxima Apresiasi Program BTN yang Ubah Sampah Rumah Tangga Menjadi Tabungan KPR”

Rencana Pengembangan Tenaga Nuklir

Hashim juga menyoroti pentingnya tenaga nuklir dalam strategi jangka panjang. Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah menetapkan target menghadirkan 500 megawatt tenaga nuklir pada tahap awal, dan selanjutnya ditingkatkan menjadi 6,5 gigawatt. Bagi Hashim, nuklir bukan sekadar pilihan teknologi, tetapi kebutuhan tak terelakkan untuk memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat. Ia menggambarkan nuklir sebagai energi masa depan yang mampu memberikan pasokan stabil tanpa emisi karbon tinggi. Dengan demikian, keberadaan energi nuklir akan melengkapi langkah transisi dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Peluang Bisnis dari Kebutuhan Uranium

Dalam kesempatan itu, Hashim mengajak para pelaku usaha melihat peluang dari meningkatnya kebutuhan energi nuklir. Ia menyebut bahwa Indonesia akan membutuhkan uranium dalam jumlah besar, membuka ruang baru bagi sektor pertambangan. Ajakan itu disampaikan sebagai bentuk optimisme bahwa transisi energi dapat menciptakan peluang usaha, bukan hanya tantangan. Hashim menilai eksplorasi uranium berpotensi menjadi sektor strategis yang menggerakkan roda ekonomi nasional. Ia percaya bahwa dunia usaha Indonesia mampu mengambil peran penting dalam penyediaan mineral kritis tersebut, selama regulasi dan dukungan pemerintah berjalan seiring.

Post navigation

Previous: 5 Kebiasaan yang Dianggap Sehat tapi Ternyata Bisa Merusak Ginjal
Next: BPOM Mengingatkan Bahaya Bahan Kimia Obat di Produk Herbal: Ancaman Nyata untuk Ginjal dan Jantung

Related Stories

Kisah Hansjurgen Kohler, Detektif Antariksa yang Siap Terima Telepon UFO 24 Jam
  • Umum

Kisah Hansjurgen Kohler, Detektif Antariksa yang Siap Terima Telepon UFO 24 Jam

Foomers April 17, 2026
Reli Harga Bitcoin Berlanjut, “Tol Kripto” Iran Picu Lonjakan di Tengah Geopolitik Memanas
  • Keuangan

Reli Harga Bitcoin Berlanjut, “Tol Kripto” Iran Picu Lonjakan di Tengah Geopolitik Memanas

Foomers April 15, 2026
Lebanon Pilih Jalur Sendiri, Diplomasi Sunyi di Tengah Bayang Konflik Israel
  • Umum

Lebanon Pilih Jalur Sendiri, Diplomasi Sunyi di Tengah Bayang Konflik Israel

Foomers April 13, 2026

Recent Posts

  • Kisah Hansjurgen Kohler, Detektif Antariksa yang Siap Terima Telepon UFO 24 Jam
  • Parkinson Bukan Gangguan Jiwa, Ini Penjelasan Medis yang Sering Disalahpahami
  • Reli Harga Bitcoin Berlanjut, “Tol Kripto” Iran Picu Lonjakan di Tengah Geopolitik Memanas
  • Lebanon Pilih Jalur Sendiri, Diplomasi Sunyi di Tengah Bayang Konflik Israel
  • Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.035 per Dollar AS, Tekanan Global Kian Terasa

Categories

  • Gaya Hidup
  • Home
  • Keuangan
  • Umum

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024

Copyright © Foomer Official | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.