Skip to content

Foomer Official

Sumber Info Terlengkap dan Terupdate

Primary Menu
  • Home
  • Umum
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Home
  • Keuangan
  • Ibu Candu Narkoba, Anjing Jadi ‘Pengasuh’ Bocah 8 Tahun
  • Keuangan
  • Umum

Ibu Candu Narkoba, Anjing Jadi ‘Pengasuh’ Bocah 8 Tahun

Fandi Teguh July 5, 2025 5 minutes read
Ibu Candu Narkoba, Anjing Jadi 'Pengasuh' Bocah 8 Tahun

Foomer Official – Seorang bocah laki-laki berusia delapan tahun di Thailand hanya bisa berkomunikasi dengan cara menggonggong. Kejadian memilukan ini terjadi di Distrik Lap Lae, Provinsi Uttaradit. Sang anak, yang dikenal dengan inisial A, menjadi korban penelantaran oleh ibunya sendiri yang kecanduan narkoba. Ia tidak pernah menjalani pendidikan anak usia dini, bahkan hanya sempat mengunjungi sekolah dasar satu kali bersama sang ibu saat usia sekolah dasar. Setelah itu, ia tidak pernah kembali lagi ke lingkungan sekolah. Meski ibunya menerima dana bantuan pendidikan sebesar 400 baht dari pemerintah, dana itu tidak digunakan sesuai tujuan. Kondisi ini memperlihatkan dampak buruk kecanduan narkoba terhadap peran orang tua, terutama dalam memenuhi hak dasar anak, termasuk pendidikan.

Anak Tinggal di Lingkungan Rawan Narkoba dan Sosial

Pihak sekolah yang khawatir akhirnya memutuskan untuk melakukan pengecekan langsung ke tempat tinggal A. Ternyata bocah ini hidup di lingkungan yang digolongkan sebagai “zona merah”—daerah yang dikenal rawan penyalahgunaan narkoba. Ia tinggal di rumah panggung sederhana berbahan kayu bersama ibunya yang berusia 46 tahun, kakaknya yang berumur 23 tahun, serta enam ekor anjing. Kondisi ini sangat tidak layak bagi tumbuh kembang anak. Dari keterangan tetangga, diketahui bahwa sang ibu sering mengemis uang dan makanan di kuil maupun dari warga. Bahkan, warga sekitar merasa terganggu dengan kebiasaan sang ibu dan membatasi anak-anak mereka berinteraksi dengan keluarga tersebut. Karena tidak memiliki teman sebaya, A akhirnya hanya berinteraksi dengan anjing-anjing peliharaan dan meniru perilaku mereka.

“Baca juga: Relaksasi Impor Tekan Industri, Kemenperin Dorong Pembatasan“

Anak Meniru Anjing dan Kehilangan Kemampuan Bicara

Tanpa interaksi sosial yang memadai, A perlahan kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi secara normal. Ia lebih sering bersama hewan peliharaan dan mulai meniru perilaku mereka. Tidak mengherankan jika satu-satunya cara A berkomunikasi adalah dengan menggonggong. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan mencerminkan kurangnya perhatian terhadap perlindungan anak di lingkungan rentan. Saat ibunya pergi mengemis dari desa ke desa, A selalu ditinggalkan sendirian di rumah. Ia hanya ditemani anjing-anjing yang membuatnya tidak punya kesempatan untuk belajar berbicara atau berinteraksi dengan manusia. Ini adalah dampak nyata dari penelantaran anak yang perlu ditangani secara serius oleh pemerintah dan lembaga sosial.

Penyelamatan oleh Aktivis dan Pihak Berwenang

Melihat kondisi A yang mengkhawatirkan, kepala sekolah menghubungi aktivis sosial dan politisi Paveena Hongsakul, yang juga merupakan presiden Paveena Hongsakul Foundation for Children and Women. Paveena segera mengambil tindakan cepat dengan berkoordinasi bersama Letnan Kolonel Polisi Charoen Daengruang, pejabat Kementerian Pendidikan, serta petugas dari Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Manusia. Tim gabungan pun mendatangi rumah anak tersebut pada Senin pagi. Mereka langsung memberikan bantuan darurat dan menyelamatkan anak itu dari lingkungan yang tidak sehat. Penyelamatan ini merupakan langkah penting dalam upaya perlindungan anak di Thailand, terutama bagi anak-anak yang hidup di wilayah rawan narkoba dan kekerasan domestik.

Anak Ditempatkan di Panti Asuhan dan Akan Dapatkan Pendidikan

Setelah berhasil diselamatkan, A kini berada dalam pengawasan Panti Asuhan Anak Uttaradit. Pemerintah juga tidak tinggal diam. Paveena sudah berkoordinasi dengan Wakil Sekjen Komisi Pendidikan Dasar, Thir Phawangkhanant, serta Direktur Pusat Manajemen Kesejahteraan dan Keamanan, Trin Kandokmai, untuk memastikan anak ini mendapat pendidikan yang layak. Upaya ini menjadi bagian penting dari rehabilitasi sosial dan pendidikan anak yang telah mengalami penelantaran berat. Tidak hanya itu, yayasan yang dipimpin Paveena bersama Kementerian Pembangunan Sosial dan Pendidikan Thailand akan terus memantau perkembangan A. Harapannya, bocah ini bisa pulih dari trauma dan kembali menjalani kehidupan anak normal seperti seharusnya.

Kondisi Keluarga: Ibu dan Kakak Terlibat Narkoba

Tak berhenti sampai di situ, pihak kepolisian yang ikut dalam proses penyelamatan segera melakukan tes urine terhadap sang ibu dan kakak A. Hasilnya mengejutkan—keduanya dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Atas temuan tersebut, keduanya langsung diamankan dan didakwa sesuai hukum yang berlaku di Thailand. Hal ini memperkuat bukti bahwa A tumbuh dalam lingkungan yang sangat tidak layak dan berbahaya. Dengan ibu dan kakaknya terjerat penyalahgunaan narkoba, wajar jika hak-hak dasar A sebagai anak terabaikan. Keputusan untuk menempatkan A di bawah perlindungan negara adalah langkah yang tepat demi keselamatannya. Kasus ini pun menyoroti pentingnya pengawasan lebih ketat terhadap penggunaan bantuan sosial dan dana pendidikan agar tepat sasaran, serta mendesak peningkatan rehabilitasi keluarga yang terdampak narkoba.

Upaya Rehabilitasi dan Pemulihan Anak

Kini A berada dalam tahap rehabilitasi menyeluruh, baik secara psikologis maupun sosial. Meski awalnya hanya bisa menggonggong, harapannya A bisa mendapatkan terapi dan perhatian khusus agar mampu kembali belajar berbicara dan berinteraksi seperti anak-anak lainnya. Kementerian Pembangunan Sosial dan Pendidikan Thailand bersama Paveena Foundation sedang menyusun program rehabilitasi jangka panjang. Fokusnya adalah pada pemulihan kemampuan komunikasi, pendidikan dasar, serta lingkungan sosial yang mendukung. Pemantauan rutin akan terus dilakukan agar proses rehabilitasi berjalan optimal. Anak-anak yang menjadi korban penelantaran dan tinggal di lingkungan penuh risiko seperti A memerlukan dukungan menyeluruh. Maka dari itu, sinergi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas menjadi kunci untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi korban.

Pesan Penting dari Kasus Ini: Hak Anak Harus Dijaga

Kisah bocah A bukan hanya cerita memilukan, tetapi juga tamparan keras bagi sistem perlindungan anak di masyarakat. Di tengah upaya besar memajukan pendidikan dan kesejahteraan sosial, masih ada anak-anak yang tercecer dalam gelapnya kemiskinan, penelantaran, dan kecanduan narkoba dari orang tua mereka. Kasus ini menegaskan bahwa hak anak untuk tumbuh dalam lingkungan aman, sehat, dan penuh kasih harus menjadi prioritas. Tidak ada satu pun anak yang seharusnya tumbuh dalam kesendirian dan kekerasan, apalagi sampai kehilangan kemampuan berbahasa karena kurang interaksi manusia.

Pemerintah perlu memperkuat perlindungan sosial dan sistem deteksi dini untuk menjangkau anak-anak seperti A sebelum mereka jatuh terlalu dalam. Kolaborasi antara sekolah, warga, dan lembaga sosial sangat penting untuk menciptakan sistem pengawasan yang proaktif. Setiap anak adalah masa depan bangsa. Mereka berhak atas kesempatan yang sama untuk hidup layak dan berkembang optimal.

Post navigation

Previous: Pendidikan RI Disorot DPR, Sri Mulyani Diminta Ambil Tindakan
Next: Mensos Gus Ipul: Dana Bansos Buat Judi? Langsung Coret!

Related Stories

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.035 per Dollar AS, Tekanan Global Kian Terasa
  • Keuangan

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.035 per Dollar AS, Tekanan Global Kian Terasa

Foomers April 6, 2026
Iran Klaim AS Gagal Selamatkan Kru F-15, Operasi Berujung Kehancuran Armada
  • Umum

Iran Klaim AS Gagal Selamatkan Kru F-15, Operasi Berujung Kehancuran Armada

Foomers April 5, 2026
Tradisi April Fools di Dunia: Dari Ikan Kertas hingga Misi Palsu yang Menghibur
  • Home
  • Umum

Tradisi April Fools di Dunia: Dari Ikan Kertas hingga Misi Palsu yang Menghibur

Foomers April 2, 2026

Recent Posts

  • Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.035 per Dollar AS, Tekanan Global Kian Terasa
  • Iran Klaim AS Gagal Selamatkan Kru F-15, Operasi Berujung Kehancuran Armada
  • Zendaya Ungkap Momen Manis, Saat Hatinya Yakin Tom Holland Adalah yang Tepat
  • Tradisi April Fools di Dunia: Dari Ikan Kertas hingga Misi Palsu yang Menghibur
  • Harga Emas Dunia Siap Catat Penurunan Terbesar Sejak 2008

Categories

  • Gaya Hidup
  • Home
  • Keuangan
  • Umum

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024

Copyright © Foomer Official | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.