Skip to content

Foomer Official

Sumber Info Terlengkap dan Terupdate

Primary Menu
  • Home
  • Umum
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Home
  • Home
  • KrediOne Salurkan Pendanaan Rp 9,7 Triliun dan Dorong Literasi Keuangan Digital di Indonesia
  • Home
  • Keuangan
  • Umum

KrediOne Salurkan Pendanaan Rp 9,7 Triliun dan Dorong Literasi Keuangan Digital di Indonesia

Foomers October 27, 2025 3 minutes read
KrediOne Salurkan Pendanaan Rp 9,7 Triliun dan Dorong Literasi Keuangan Digital di Indonesia

Foomer Official – Perusahaan fintech peer-to-peer lending KrediOne menyalurkan pendanaan hingga Rp 9,7 triliun per akhir September 2025. Capaian ini menunjukkan komitmen mereka dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat yang belum terlayani perbankan (underbanked dan unbanked).

CEO KrediOne, Kuseryansyah, menyampaikan bahwa selain menyalurkan dana, perusahaan juga fokus pada peningkatan literasi keuangan masyarakat. Menurutnya, akses keuangan tidak cukup hanya diberikan, tetapi juga harus disertai edukasi.

Edukasi Jadi Kunci Inklusi Keuangan Berkelanjutan

Kuseryansyah menjelaskan bahwa pembiayaan harus disertai pemahaman keuangan yang baik. KrediOne tidak ingin masyarakat terjebak utang karena kurangnya pengetahuan.

Bersama AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia), KrediOne menjalankan program edukasi. Tujuannya, membantu masyarakat memahami perbedaan antara pinjaman daring resmi dan pinjol ilegal.

Mereka juga menekankan pentingnya meminjam sesuai kebutuhan dan kemampuan bayar, bukan karena keinginan semata.

“Baca Juga : Gibran Rakabuming Tanam Mangrove di Banten: Aksi Nyata Lindungi Pesisir Indonesia”

Partisipasi KrediOne dalam FinEXPO 2025 Surabaya

KrediOne ambil bagian dalam FinEXPO 2025 yang digelar di Tunjungan Plaza, Surabaya. Acara ini berlangsung dari 23–26 Oktober 2025, dan digagas oleh OJK bersama Pemprov Jawa Timur serta pelaku industri keuangan.

FinEXPO mengusung tema “Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Kegiatan ini menjadi panggung penting untuk memperluas akses layanan keuangan digital secara merata.

Booth Interaktif: Edukasi Aman Gunakan Pinjaman Online

Di FinEXPO, KrediOne menghadirkan booth interaktif. Tujuannya adalah mengedukasi masyarakat agar lebih bijak menggunakan layanan pinjaman digital.

Pengunjung booth bisa belajar cara membedakan platform pinjaman resmi dan ilegal. Mereka juga diberi informasi tentang pentingnya melindungi data pribadi saat bertransaksi online.

Langkah ini sejalan dengan misi perusahaan dalam menciptakan layanan keuangan yang aman dan transparan.

Kunjungan ke OJK dan Media, Perluas Literasi di Jawa Timur

Tak hanya di pameran, KrediOne juga melakukan audiensi dengan OJK Provinsi Jawa Timur. Selain itu, mereka berkunjung ke beberapa media lokal untuk menyampaikan pesan literasi keuangan.

Langkah ini bertujuan memperluas jangkauan edukasi dan memperkuat kepercayaan publik. Kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan media diharapkan bisa membangun ekosistem pinjaman daring yang sehat.

“Simak Juga : Digitalisasi Dorong DPK Bank Mandiri Tumbuh 13 Persen, Tembus Rp 1.884 Triliun”

KrediOne Dorong Layanan Keuangan Bertanggung Jawab

Kuseryansyah menegaskan bahwa KrediOne bukan sekadar platform pinjaman. Mereka hadir sebagai mitra masyarakat dalam membangun keuangan yang sehat dan berdampak positif.

“Kami berkomitmen menyediakan layanan keuangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujarnya. Melalui pendekatan ini, KrediOne ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya mendapat akses dana, tetapi juga terlindungi secara finansial.

Pinjaman Digital Harus Dibarengi Edukasi

KrediOne berhasil menyalurkan pendanaan hampir Rp 10 triliun. Namun, keberhasilan mereka tidak hanya diukur dari angka. Fokus pada literasi dan keamanan digital menjadi pembeda utama dari banyak layanan pinjaman lainnya.

Dengan dukungan OJK dan edukasi yang berkelanjutan, KrediOne ingin menghadirkan transformasi digital keuangan yang bertanggung jawab, khususnya untuk masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan formal.

Post navigation

Previous: Pemerintah dan OJK Bentuk Tim Pembenahan Pasar Modal, BEI Diminta Tekan Manipulasi Saham
Next: Belajar dari Perceraian Raisa dan Hamish Daud: Saat Kehidupan Pribadi Tak Luput dari Sorotan Publik

Related Stories

Penerimaan Pajak Digital Indonesia Tembus Rp 50,51 Triliun di Awal 2026
  • Keuangan

Penerimaan Pajak Digital Indonesia Tembus Rp 50,51 Triliun di Awal 2026

Foomers April 29, 2026
Ambisi Besar Thailand: Megaproyek Land Bridge Siap Menantang Dominasi Selat Malaka
  • Umum

Ambisi Besar Thailand: Megaproyek Land Bridge Siap Menantang Dominasi Selat Malaka

Foomers April 27, 2026
Rupiah Melemah, BCA Tegaskan Dampaknya Tak Signifikan ke Portofolio Kredit
  • Keuangan

Rupiah Melemah, BCA Tegaskan Dampaknya Tak Signifikan ke Portofolio Kredit

Foomers April 24, 2026

Recent Posts

  • Penerimaan Pajak Digital Indonesia Tembus Rp 50,51 Triliun di Awal 2026
  • Ambisi Besar Thailand: Megaproyek Land Bridge Siap Menantang Dominasi Selat Malaka
  • Ketika Berat Badan Naik di Usia Muda: Ancaman Sunyi yang Kerap Diabaikan
  • Rupiah Melemah, BCA Tegaskan Dampaknya Tak Signifikan ke Portofolio Kredit
  • Terungkap Setelah 5 Tahun, Kelalaian Fatal Jadi Penyebab Tabrakan Jet Tempur Korea Selatan

Categories

  • Gaya Hidup
  • Home
  • Keuangan
  • Umum

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024

Copyright © Foomer Official | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.