Skip to content

Foomer Official

Sumber Info Terlengkap dan Terupdate

Primary Menu
  • Home
  • Umum
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Home
  • Gaya Hidup
  • Anak di Atas 2 Tahun Tak Wajib Minum Susu, Ini Kata Dokter
  • Gaya Hidup

Anak di Atas 2 Tahun Tak Wajib Minum Susu, Ini Kata Dokter

Foomers January 28, 2026 3 minutes read
Anak di Atas 2 Tahun Tak Wajib Minum Susu, Ini Kata Dokter

Foomer Official – Banyak orangtua masih menganggap susu adalah minuman wajib untuk anak, bahkan setelah usia dua tahun. Namun, menurut dr. Susanti Himawan, Sp.A dari Primaya Hospital Kelapa Gading, anak di atas dua tahun sebenarnya tidak wajib mengonsumsi susu. Pada usia tersebut, fokus pemenuhan gizi anak seharusnya lebih mengarah pada kualitas makanan harian, bukan lagi bergantung pada susu. Selama dua tahun pertama kehidupan, susu memang penting untuk pertumbuhan, namun setelahnya, makanan bergizi lainnya yang lebih variatif justru lebih dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Susu UHT: Kapan Anak Bisa Mengonsumsinya?

Susu UHT sering menjadi pilihan bagi orangtua, tetapi kapan sebenarnya anak boleh mengonsumsinya? Menurut dr. Susanti, anak sudah boleh mengenal susu UHT sejak usia satu tahun. Namun, susu UHT sebaiknya tidak menjadi minuman utama. “Kalau sekadar snacking, kadang-kadang minum, boleh. Tapi bukan untuk setiap hari,” tegasnya. Anak di atas dua tahun bisa mengonsumsi susu UHT, tetapi porsinya tetap harus dibatasi agar tidak mengganggu asupan gizi yang lebih penting dari makanan sehari-hari.

“Baca Juga : Edukasi Gizi Berkelanjutan untuk Anak Sekolah: Kunci Meningkatkan Kualitas Gizi Bangsa”

Pengaruh Minum Susu Terlalu Banyak pada Anak

Terkadang, orangtua khawatir anak mereka kekurangan kalsium jika tidak minum susu secara rutin. Padahal, kalsium dapat diperoleh dari makanan lain seperti keju atau yogurt. Menurut dr. Susanti, konsumsi susu pada anak di atas dua tahun sebaiknya dibatasi maksimal 500 cc per hari. Jika lebih dari itu, susu justru dapat menggeser asupan nutrisi penting dari makanan lain. Ini bisa mengurangi keseimbangan gizi yang dibutuhkan anak untuk tumbuh optimal. Oleh karena itu, penting untuk mengatur porsi susu agar tidak berlebihan.

Menyusun Pola Makan yang Seimbang untuk Anak

Penting bagi orangtua untuk memahami bahwa kebutuhan gizi anak tidak hanya berasal dari susu. Seiring dengan bertambahnya usia, anak memerlukan asupan yang lebih beragam, seperti sayuran, buah-buahan, protein, dan karbohidrat untuk mendukung tumbuh kembang mereka. Dr. Susanti menekankan bahwa pola makan yang seimbang harus menjadi prioritas utama. Susu hanya perlu menjadi bagian dari pola makan anak, bukan satu-satunya sumber gizi.

Susu dalam MPASI: Bolehkan Digunakan?

Banyak resep MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang menggunakan susu UHT sebagai bahan tambahan. Dr. Susanti menjelaskan, penggunaan susu UHT dalam MPASI boleh saja, asalkan dimasak terlebih dahulu. Misalnya, dalam membuat pannacota atau kentang susu keju panggang. Namun, ia menambahkan bahwa susu UHT tidak seharusnya menjadi bahan utama. “Bukan susu UHT yang harus menjadi yang utama dalam MPASI, namun tetap harus memperhatikan kandungan gulanya,” katanya. Orangtua diimbau untuk tetap memperhatikan keseimbangan gizi dalam makanan yang diberikan kepada anak.

“Baca Juga : Olahraga Singkat 10 Menit Dapat Aktifkan Sinyal Anti-Kanker dalam Tubuh”

Pentingnya Perubahan Pola Pikir Orangtua Mengenai Susu

Orangtua sering kali terlalu bergantung pada susu sebagai sumber gizi utama. Padahal, menurut dr. Susanti, seiring bertambahnya usia anak, pemenuhan gizi yang optimal justru lebih bergantung pada keberagaman makanan yang sehat. “Kita mengutamakan sumber gizi yang didapat anak dari nutrisi yang berkualitas, bukan hanya dari susu,” jelasnya. Ini menjadi pelajaran penting bagi orangtua untuk mengubah pola pikir dan memberi anak makanan yang lebih variatif serta bernutrisi.

Post navigation

Previous: China Selamatkan 17 Pelaut Filipina yang Kecelakaan di Laut China Selatan
Next: MSIG Life Luncurkan Jaringan Rumah Sakit Rekanan, Apa Manfaatnya untuk Nasabah

Related Stories

Ketika Berat Badan Naik di Usia Muda: Ancaman Sunyi yang Kerap Diabaikan
  • Gaya Hidup

Ketika Berat Badan Naik di Usia Muda: Ancaman Sunyi yang Kerap Diabaikan

Foomers April 26, 2026
7 Tips Meningkatkan Self-Esteem Anak Perempuan yang Rendah
  • Gaya Hidup

7 Tips Meningkatkan Self-Esteem Anak Perempuan yang Rendah

Foomers April 22, 2026
Kilau Perhiasan Prewedding Syifa Hadju, Sentuhan Elegan Bernilai Rp 250 Juta yang Memikat Perhatian
  • Gaya Hidup

Kilau Perhiasan Prewedding Syifa Hadju, Sentuhan Elegan Bernilai Rp 250 Juta yang Memikat Perhatian

Foomers April 19, 2026

Recent Posts

  • Penerimaan Pajak Digital Indonesia Tembus Rp 50,51 Triliun di Awal 2026
  • Ambisi Besar Thailand: Megaproyek Land Bridge Siap Menantang Dominasi Selat Malaka
  • Ketika Berat Badan Naik di Usia Muda: Ancaman Sunyi yang Kerap Diabaikan
  • Rupiah Melemah, BCA Tegaskan Dampaknya Tak Signifikan ke Portofolio Kredit
  • Terungkap Setelah 5 Tahun, Kelalaian Fatal Jadi Penyebab Tabrakan Jet Tempur Korea Selatan

Categories

  • Gaya Hidup
  • Home
  • Keuangan
  • Umum

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024

Copyright © Foomer Official | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.