Skip to content

Foomer Official

Sumber Info Terlengkap dan Terupdate

Primary Menu
  • Home
  • Umum
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Home
  • Keuangan
  • Penyebab Rupiah Melemah: Faktor Global hingga Pencalonan Thomas Djiwandono
  • Keuangan

Penyebab Rupiah Melemah: Faktor Global hingga Pencalonan Thomas Djiwandono

Foomers January 21, 2026 3 minutes read
Penyebab Rupiah Melemah: Faktor Global hingga Pencalonan Thomas Djiwandono

Foomer Official – Pada Januari 2026, Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa nilai tukar rupiah melemah mencapai Rp 16.945 per dollar AS, sebuah penurunan signifikan dibandingkan akhir Desember 2025. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa penyebab utama pelemahan ini adalah faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, ketegangan geopolitik dan kebijakan tarif AS mempengaruhi pergerakan nilai tukar, sementara faktor domestik melibatkan kebutuhan besar valuta asing oleh beberapa korporasi besar di Indonesia.

Pengaruh Kebijakan AS dan Geopolitik Global

Faktor global, termasuk kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) dan tingginya imbal hasil US Treasury, menjadi penyebab utama depresiasi rupiah. AS juga menahan penurunan suku bunga, yang memperburuk aliran modal keluar dari pasar negara berkembang. Keadaan ini semakin mempengaruhi kestabilan mata uang di pasar global. Selain itu, ketidakpastian dalam konflik geopolitik, khususnya terkait Ukraina, turut memberi dampak negatif terhadap ekonomi Indonesia.

“Baca Juga : Barang Impor Mengendap Terancam Lelang: Peringatan Keras Menkeu untuk Importir“

Aliran Modal Asing Keluar dari Pasar Indonesia

Perry Warjiyo menyebutkan bahwa salah satu faktor domestik yang menyebabkan melemahnya rupiah adalah keluarnya aliran modal asing. Banyak investasi portofolio yang beralih dari negara berkembang seperti Indonesia ke negara maju, seperti AS. Pada 19 Januari 2026, tercatat ada net outflows sebesar 1,6 miliar dollar AS. Aliran modal keluar ini menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan memperburuk sentimen pasar.

Pencalonan Thomas Djiwandono Memicu Sentimen Negatif

Selain faktor global, pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI juga turut berkontribusi pada melemahnya rupiah. Munculnya sentimen negatif terkait proses pencalonan ini membuat pasar ragu akan stabilitas ekonomi Indonesia. Thomas Djiwandono adalah keponakan dari Prabowo Subianto, yang menjadi salah satu faktor yang memicu kekhawatiran pasar tentang kondisi fiskal Indonesia. Meski begitu, BI memastikan independensi lembaga tersebut tetap terjaga.

“Baca Juga : Bank Mandiri Komitmen Dukung Pemulihan Ekonomi Melalui Perlakuan Khusus Kredit untuk Debitur Terdampak Bencana“

Reaksi Pemerintah terhadap Krisis Rupiah

Pemerintah Indonesia melalui Bank Indonesia memastikan bahwa meskipun ada tekanan terhadap rupiah, kebijakan ekonomi yang ada akan terus diperkuat. Perry Warjiyo menegaskan bahwa keputusan kebijakan BI tetap didasarkan pada profesionalisme dan tata kelola yang kuat, meskipun ada dinamika politik domestik. Selain itu, BI juga menggarisbawahi pentingnya menjaga kestabilan nilai tukar dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Proyeksi Masa Depan Rupiah dan Inflasi

Bank Indonesia memperkirakan inflasi untuk 2026 dan 2027 akan tetap terkendali dalam kisaran 1,5 hingga 3,5 persen. Dengan proyeksi inflasi yang stabil, ruang untuk penurunan suku bunga acuan masih terbuka. BI juga terus memantau perkembangan global dan domestik untuk mengambil kebijakan yang tepat guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Meski ada tantangan, BI berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam jangka panjang.

Post navigation

Previous: Bambi Print: Tren Motif Baru yang Terinspirasi dari Bulu Rusa
Next: China Selamatkan 17 Pelaut Filipina yang Kecelakaan di Laut China Selatan

Related Stories

Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Tajam, Sinyal Kuat Perubahan Arah Investasi?
  • Keuangan

Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Tajam, Sinyal Kuat Perubahan Arah Investasi?

Foomers April 21, 2026
Inflasi Medis Tembus 17,9 Persen, Alarm Baru Pentingnya Asuransi Kesehatan di Indonesia
  • Keuangan

Inflasi Medis Tembus 17,9 Persen, Alarm Baru Pentingnya Asuransi Kesehatan di Indonesia

Foomers April 18, 2026
Reli Harga Bitcoin Berlanjut, “Tol Kripto” Iran Picu Lonjakan di Tengah Geopolitik Memanas
  • Keuangan

Reli Harga Bitcoin Berlanjut, “Tol Kripto” Iran Picu Lonjakan di Tengah Geopolitik Memanas

Foomers April 15, 2026

Recent Posts

  • Terungkap Setelah 5 Tahun, Kelalaian Fatal Jadi Penyebab Tabrakan Jet Tempur Korea Selatan
  • 7 Tips Meningkatkan Self-Esteem Anak Perempuan yang Rendah
  • Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Tajam, Sinyal Kuat Perubahan Arah Investasi?
  • Israel Selidiki Insiden Patung Yesus di Lebanon, Ketegangan Sensitif di Tengah Konflik
  • Kilau Perhiasan Prewedding Syifa Hadju, Sentuhan Elegan Bernilai Rp 250 Juta yang Memikat Perhatian

Categories

  • Gaya Hidup
  • Home
  • Keuangan
  • Umum

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024

Copyright © Foomer Official | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.