Foomer Official – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya memahami sejarah Indonesia dalam sambutannya di Rakornas 2026. Menurutnya, bangsa yang lupa akan masa lalunya akan terjebak dalam ketergantungan dan ketidakadilan global. Di hadapan peserta rapat, ia mengingatkan bahwa intervensi dan penjajahan yang dialami Indonesia tidak boleh dilupakan. Prabowo mengatakan, jika sejarah tidak dipahami dengan baik, bangsa ini berisiko mengulang kesalahan yang sama di masa depan. Hal ini menjadi peringatan bagi seluruh rakyat Indonesia agar terus menjaga kemerdekaan dan kedaulatan negara.
Peringatan Prabowo: Hukuman dari Sejarah
Prabowo mengingatkan bahwa mereka yang melupakan sejarah akan dihukum oleh sejarah itu sendiri. Pernyataan ini mengandung makna mendalam tentang pentingnya mempelajari dan menghormati perjalanan bangsa. Menurutnya, kesalahan yang dilakukan di masa lalu bisa terulang jika kita tidak belajar dari pengalaman tersebut. “Kita harus paham dengan sejarah kita, agar tidak terjerumus lagi dalam kesalahan yang sama,” kata Prabowo. Ini adalah seruan untuk semua pihak agar selalu mengingat perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan.
“Baca Juga : Trump Ungkap Chat Pribadinya dengan Macron dan Sekjen NATO Soal Isu Greenland“
Menyoroti Standar Ganda Negara Besar
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti standar ganda yang diterapkan oleh negara-negara besar. Negara-negara yang dulu mengajarkan nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia, dan rule of law, kini justru melanggar nilai-nilai tersebut. Prabowo mengajak masyarakat untuk lebih kritis terhadap apa yang terjadi di dunia saat ini. Ia menyatakan bahwa meskipun negara besar sering mengajarkan nilai-nilai tersebut, mereka sendiri yang melanggarnya. Hal ini membuat Prabowo merasa perlu untuk terus mempertahankan prinsip-prinsip yang telah dibangun Indonesia, meski banyak negara besar yang kini menunjukkan ketidaksesuaian dengan ajaran mereka.
Mengungkap Kejahatan yang Terabaikan Dunia
Prabowo juga menyoroti kasus pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di berbagai belahan dunia, di mana puluhan ribu nyawa telah melayang, namun dunia seakan diam. Ia mempertanyakan di mana demokrasi dan hak asasi manusia yang sering diajarkan oleh negara-negara besar. Dalam pidatonya, Prabowo dengan tegas menyatakan bahwa banyak negara yang seharusnya bersuara, namun justru memilih untuk diam saat terjadi pelanggaran kemanusiaan. Hal ini menunjukkan kontradiksi antara ajaran dan tindakan yang dilakukan oleh negara besar.
Menegaskan Kedaulatan dan Kemerdekaan Bangsa
Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga kedaulatan dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Indonesia, sebagai negara yang merdeka, harus tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip keadilan, kemanusiaan, dan kebebasan. Dalam menghadapi tantangan global, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bersatu dan menjaga jati diri negara. Menurutnya, dengan memahami sejarah, kita bisa menghargai kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata oleh para pahlawan.
“Baca Juga : Nilai Tukar Rial Iran Anjlok Parah, Rp 20.000 Kini Setara Jutaan“
Pesan Prabowo untuk Masa Depan
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus terus maju dan tidak terpengaruh oleh intervensi luar yang bisa merusak kedaulatan negara. Ia mengajak masyarakat untuk lebih mengenal sejarah Indonesia, agar lebih menghargai perjuangan yang telah dilakukan. Dengan memahami dan menghormati sejarah, bangsa ini dapat melangkah lebih jauh menuju masa depan yang lebih baik dan berdaulat. Ini adalah pesan untuk generasi mendatang, agar tetap menjaga prinsip-prinsip yang telah dibangun oleh pendiri bangsa.