Skip to content

Foomer Official

Sumber Info Terlengkap dan Terupdate

Primary Menu
  • Home
  • Umum
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Home
  • Umum
  • Nadiem Makarim Diperiksa 10 Jam oleh Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
  • Umum

Nadiem Makarim Diperiksa 10 Jam oleh Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Foomers October 14, 2025 4 minutes read
Nadiem Makarim Diperiksa 10 Jam oleh Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Foomer Official – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menjalani pemeriksaan intensif selama hampir 10 jam di Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Senin, 14 Oktober 2025. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek. Berdasarkan pantauan, Nadiem tiba di Gedung Bundar Jampidsus sekitar pukul 11.30 WIB dan baru keluar sekitar pukul 22.02 WIB malam. Ia tampak mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda bernomor 18, dengan tangan terborgol, saat digiring menuju mobil tahanan oleh petugas kejaksaan.

“Baca juga: Prabowo Hadir di KTT Gaza, Trump Puji Indonesia di Forum Perdamaian Internasional“

Ucapan Pertama Nadiem Setelah Pemeriksaan

Usai menjalani pemeriksaan, Nadiem Makarim tetap menunjukkan ketenangan meskipun dikelilingi oleh puluhan awak media. Dengan nada tenang, ia menyampaikan bahwa proses pemeriksaan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. “Alhamdulillah, lancar proses pemeriksaan hari ini. Saya yakin dalam kurun waktu ini, kebenaran akan terbuka,” ujarnya sebelum masuk ke mobil tahanan. Ia juga sempat mengucapkan terima kasih dan memohon doa dari masyarakat agar proses hukum yang dihadapinya dapat segera menemukan titik terang.

Status Tersangka Resmi Ditetapkan oleh Kejagung

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan bahwa Nadiem Makarim diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut. “Dia diperiksa sebagai tersangka, tentunya pendalaman dari pemeriksaan-pemeriksaan sebelumnya,” ujar Anang. Pernyataan ini sekaligus mengonfirmasi bahwa Nadiem bukan lagi saksi, melainkan telah ditetapkan secara resmi sebagai pihak yang diduga terlibat langsung dalam kasus pengadaan Chromebook senilai ratusan miliar rupiah itu.

Kasus Chromebook dan Dugaan Penyimpangan Anggaran

Kasus korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek ini pertama kali mencuat pada pertengahan tahun 2024. Program tersebut awalnya bertujuan mendukung digitalisasi sekolah dan pemerataan akses teknologi pendidikan di seluruh Indonesia. Namun, penyelidikan Kejagung menemukan adanya dugaan markup harga dan penyalahgunaan anggaran dalam proses pengadaan. Menurut sumber internal, total nilai proyek mencapai Rp3,7 triliun, dengan dugaan kerugian negara yang masih dihitung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kejagung Masih Dalami Aliran Dana

Meski status tersangka telah ditetapkan, pihak Kejagung mengaku masih mendalami alur dan penerima dana korupsi tersebut. Saat disinggung mengenai materi pemeriksaan dan aliran uang, Anang Supriatna mengatakan tidak memiliki detail lebih lanjut. “Saya kurang tahu pasti, itu sudah materi penyidik yang akan mendalami,” ucapnya. Pernyataan ini menandakan bahwa proses hukum masih berada pada tahap investigasi mendalam untuk memastikan siapa saja pihak yang turut menikmati hasil korupsi proyek Chromebook tersebut.

“Baca juga: Mengurai Citra “Old Money” vs “Orang Kaya Baru”“

Reaksi Publik dan Dunia Pendidikan

Penetapan Nadiem Makarim sebagai tersangka sontak mengguncang dunia pendidikan Indonesia. Publik menyoroti bagaimana figur yang dikenal sebagai pembaharu melalui program Merdeka Belajar kini terseret dalam kasus hukum besar. Banyak pihak merasa kecewa, mengingat selama menjabat Nadiem kerap dipuji atas terobosannya dalam digitalisasi pendidikan dan peningkatan mutu sekolah. Namun di sisi lain, sebagian kalangan menilai proses hukum ini sebagai bentuk transparansi dan penegakan hukum tanpa pandang bulu—sebuah langkah penting bagi reformasi birokrasi pendidikan di Indonesia.

Bayangan Digitalisasi yang Gagal Dikelola

Sebagai pengamat kebijakan publik, saya melihat kasus ini sebagai potret kegagalan tata kelola digitalisasi pendidikan di tingkat kementerian. Program yang seharusnya membawa kemajuan justru berubah menjadi ladang korupsi akibat lemahnya pengawasan dan akuntabilitas. Nadiem Makarim, yang dikenal sebagai sosok inovatif dan visioner, kini menghadapi ujian terbesar dalam kariernya. Kasus ini menimbulkan pertanyaan mendalam: apakah ambisi digitalisasi pendidikan berjalan terlalu cepat tanpa fondasi pengawasan yang kuat?

Harapan untuk Proses Hukum yang Transparan dan Adil

Publik kini menantikan langkah lanjutan Kejagung dalam menangani kasus ini dengan transparansi dan profesionalisme. Kasus Nadiem Makarim tidak hanya menyangkut individu, tetapi juga kredibilitas pemerintah dalam mengelola dana publik untuk pendidikan. Jika terbukti bersalah, hal ini akan menjadi pelajaran penting bahwa inovasi tanpa integritas hanyalah ilusi. Namun, jika Nadiem mampu membuktikan dirinya tidak bersalah, publik tentu menantikan klarifikasi dan refleksi besar terhadap sistem yang ada di tubuh Kemendikbudristek.

Post navigation

Previous: Pulau Bali Dinobatkan Sebagai Pulau Terbaik di Asia 2025, Wisata Dunia Kembali Tertuju ke Indonesia
Next: Prospek IHSG: Meningkat di Tengah Gejolak Pasar

Related Stories

Lebanon Pilih Jalur Sendiri, Diplomasi Sunyi di Tengah Bayang Konflik Israel
  • Umum

Lebanon Pilih Jalur Sendiri, Diplomasi Sunyi di Tengah Bayang Konflik Israel

Foomers April 13, 2026
Iran Klaim AS Gagal Selamatkan Kru F-15, Operasi Berujung Kehancuran Armada
  • Umum

Iran Klaim AS Gagal Selamatkan Kru F-15, Operasi Berujung Kehancuran Armada

Foomers April 5, 2026
Tradisi April Fools di Dunia: Dari Ikan Kertas hingga Misi Palsu yang Menghibur
  • Home
  • Umum

Tradisi April Fools di Dunia: Dari Ikan Kertas hingga Misi Palsu yang Menghibur

Foomers April 2, 2026

Recent Posts

  • Lebanon Pilih Jalur Sendiri, Diplomasi Sunyi di Tengah Bayang Konflik Israel
  • Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.035 per Dollar AS, Tekanan Global Kian Terasa
  • Iran Klaim AS Gagal Selamatkan Kru F-15, Operasi Berujung Kehancuran Armada
  • Zendaya Ungkap Momen Manis, Saat Hatinya Yakin Tom Holland Adalah yang Tepat
  • Tradisi April Fools di Dunia: Dari Ikan Kertas hingga Misi Palsu yang Menghibur

Categories

  • Gaya Hidup
  • Home
  • Keuangan
  • Umum

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024

Copyright © Foomer Official | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.