Skip to content

Foomer Official

Sumber Info Terlengkap dan Terupdate

Primary Menu
  • Home
  • Umum
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Home
  • Keuangan
  • Warga Asia Ingin Pensiun Layak, Bukan Sekadar Umur Panjang
  • Keuangan
  • Umum

Warga Asia Ingin Pensiun Layak, Bukan Sekadar Umur Panjang

Foomers November 19, 2025 4 minutes read
Warga Asia Ingin Pensiun Layak, Bukan Sekadar Umur Panjang

Foomer Official – Laporan Warga Asia Financial Resilience and Longevity 2025 dari Manulife Wealth & Asset Management menunjukkan perubahan besar dalam cara warga Asia memandang masa tua. Tidak lagi sekadar berharap hidup panjang, masyarakat di Indonesia, Hong Kong, Malaysia, dan Filipina kini menempatkan kualitas hidup sebagai prioritas utama. Perubahan ini muncul seiring meningkatnya usia harapan hidup di kawasan, sehingga banyak orang mulai memikirkan kembali arti “pensiun ideal”. Kemandirian finansial, kesehatan fisik, dan ketenangan mental menjadi pusat perhatian yang semakin kuat. Karena itu, diskusi mengenai pensiun tidak lagi hanya soal tabungan, tetapi juga bagaimana seseorang dapat menjalani usia lanjut dengan bermartabat, aman, dan bebas dari tekanan finansial.

Kualitas Hidup Mulai Mengalahkan Keinginan Hidup Panjang

Laporan Manulife menggambarkan perubahan pola pikir yang cukup signifikan. Mayoritas responden di empat negara lebih memilih hidup bermakna dan tetap sehat dibanding sekadar hidup panjang tanpa memperhatikan kondisi fisik. Kurang dari satu dari sepuluh responden menyatakan ingin hidup lebih lama tanpa mempertimbangkan kualitas hidup. Transisi ini menunjukkan tumbuhnya kesadaran bahwa usia panjang tidak berarti apa-apa jika seseorang tidak cukup sehat atau tidak mandiri. Lebih dari sepertiga responden juga mengaku takut menjadi beban bagi keluarga. Karena itu, masa tua yang mandiri secara finansial dan fisik menjadi tujuan yang semakin kuat, terutama bagi masyarakat perkotaan yang mulai merasakan perubahan dinamika keluarga modern.

“Baca Juga : Persahabatan Prabowo dan Raja Abdullah II yang Terjalin Sejak Usia Muda”

Kemandirian Finansial Jadi Tolok Ukur Kesejahteraan Baru

Di seluruh kawasan, tiga perempat responden percaya bahwa kondisi finansial sangat memengaruhi kesehatan mereka. Hubungan antara stabilitas uang dan kesehatan mental pun tampak jelas, dengan 85 persen responden menyatakan bahwa kestabilan finansial berdampak langsung pada kenyamanan psikologis saat memasuki masa pensiun. Pandangan ini memperlihatkan bahwa warga Asia semakin memahami pentingnya perencanaan menyeluruh. Tidak hanya soal menabung, tetapi memastikan bahwa pendapatan pasif tetap ada ketika sudah tidak lagi produktif. Dengan demikian, masa tua bisa dijalani tanpa rasa cemas terhadap biaya kesehatan, kebutuhan harian, atau pengeluaran tak terduga lainnya.

Kepercayaan Finansial Masih Bervariasi antar Negara

Meskipun kesadaran meningkat, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan finansial mereka menghadapi pensiun masih beragam. Hong Kong mencatat tingkat keyakinan sebesar 48 persen, Malaysia 58 persen, Filipina 52 persen, dan Indonesia berada di posisi tertinggi dengan 77 persen. Perbedaan ini mencerminkan variasi budaya, kondisi ekonomi, serta akses informasi finansial di masing-masing negara. Namun, generasi usia 45–54 tahun muncul sebagai kelompok paling pesimis. Kelompok ini berada di tengah beban ekonomi: masih membiayai keluarga sambil memikirkan masa pensiun. Akibatnya, kecemasan terhadap masa tua kian meningkat, menandakan pentingnya edukasi finansial yang lebih intensif bagi kelompok usia paruh baya.

“Baca Juga : Cucu Soeharto Berharap Sang Kakek Raih Gelar Pahlawan Nasional”

Portofolio Investasi Masih Didominasi Uang Tunai

Laporan juga mengungkap kebiasaan masyarakat Asia yang masih sangat berhati-hati dalam berinvestasi. Sekitar setengah dari portofolio non-properti masyarakat masih berupa uang tunai. Meski terasa aman, terlalu banyak menyimpan uang tunai justru membuat risiko inflasi semakin besar. Rendahnya literasi keuangan menjadi salah satu penyebab banyak orang enggan mengambil investasi dengan potensi imbal hasil lebih baik. Selain itu, properti yang selama puluhan tahun dianggap sebagai pilar utama pensiun mulai kehilangan daya tariknya. Hanya tiga dari sepuluh responden yang masih menempatkan properti sebagai aset pensiun utama, menandakan pergeseran menuju instrumen yang lebih fleksibel dan likuid.

Diversifikasi Aset Menjadi Kunci Ketahanan Finansial

Calvin Chiu dari Manulife menekankan bahwa masa tua yang bermartabat membutuhkan strategi finansial yang matang. Diversifikasi aset menjadi langkah penting agar pendapatan tetap stabil dan tahan terhadap inflasi. Karena itu, masyarakat perlu mulai mempertimbangkan instrumen pendapatan tetap, reksa dana, atau investasi lain yang lebih produktif. Selain itu, memulai persiapan sejak dini memberi keuntungan besar karena waktu menjadi faktor penting dalam membentuk modal. Transisi dari pola “menabung untuk pensiun” menuju “merencanakan masa hidup panjang” menjadi tahap yang harus dihadapi masyarakat Asia untuk menjaga kesejahteraan di usia lanjut.

Post navigation

Previous: Di Balik Panja AMDK: Krisis Penyediaan Air Minum dan Isu Lingkungan yang Terabaikan
Next: Jaga Kesehatan Mental Remaja Indonesia, YouTube Gandeng Pemerintah, Psikolog, dan Psikiater

Related Stories

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.035 per Dollar AS, Tekanan Global Kian Terasa
  • Keuangan

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.035 per Dollar AS, Tekanan Global Kian Terasa

Foomers April 6, 2026
Iran Klaim AS Gagal Selamatkan Kru F-15, Operasi Berujung Kehancuran Armada
  • Umum

Iran Klaim AS Gagal Selamatkan Kru F-15, Operasi Berujung Kehancuran Armada

Foomers April 5, 2026
Tradisi April Fools di Dunia: Dari Ikan Kertas hingga Misi Palsu yang Menghibur
  • Home
  • Umum

Tradisi April Fools di Dunia: Dari Ikan Kertas hingga Misi Palsu yang Menghibur

Foomers April 2, 2026

Recent Posts

  • Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.035 per Dollar AS, Tekanan Global Kian Terasa
  • Iran Klaim AS Gagal Selamatkan Kru F-15, Operasi Berujung Kehancuran Armada
  • Zendaya Ungkap Momen Manis, Saat Hatinya Yakin Tom Holland Adalah yang Tepat
  • Tradisi April Fools di Dunia: Dari Ikan Kertas hingga Misi Palsu yang Menghibur
  • Harga Emas Dunia Siap Catat Penurunan Terbesar Sejak 2008

Categories

  • Gaya Hidup
  • Home
  • Keuangan
  • Umum

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024

Copyright © Foomer Official | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.