Skip to content

Foomer Official

Sumber Info Terlengkap dan Terupdate

Primary Menu
  • Home
  • Umum
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Home
  • Keuangan
  • Rupiah Menguat Menjelang Akhir Pekan, Capai Rp15.632
  • Keuangan

Rupiah Menguat Menjelang Akhir Pekan, Capai Rp15.632

Hendra Gunadi November 8, 2024 3 minutes read
Rupiah Menguat

Foomer Official – Pada Jumat pagi (8/11), nilai tukar rupiah menguat signifikan, mencatatkan angka Rp15.632 per dolar AS. Mata uang Garuda ini berhasil menguat sebesar 108 poin atau 0,69 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Penguatan rupiah ini memberikan optimisme di pasar valuta asing, meskipun mata uang-mata uang lain di kawasan Asia dan negara maju kompak melemah.

Penguatan Rupiah di Tengah Mata Uang Asia yang Melemah

Mata uang di kawasan Asia, secara umum, menunjukkan pergerakan negatif pada perdagangan hari ini. Yen Jepang melemah 0,21 persen, sedangkan baht Thailand tercatat turun 0,24 persen. Yuan China juga menunjukkan pelemahan sebesar 0,14 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,05 persen. Tidak hanya itu, dolar Singapura mengalami penurunan sebesar 0,17 persen, serta dolar Hong Kong yang sedikit melemah sebesar 0,01 persen.

Peso Filipina menjadi salah satu mata uang yang berhasil menguat, dengan kenaikan 0,44 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini. Namun, penguatan peso Filipina tidak cukup untuk menahan penguatan rupiah yang lebih signifikan.

“Baca juga: Bagaimana Lembaga Keuangan Internasional Melihat Ekonomi Indonesia Saat Ini?”

Mata Uang Negara Maju Juga Melemah

Selain di kawasan Asia, mata uang utama negara maju juga mengalami pelemahan pada hari yang sama. Euro Eropa tercatat melemah sebesar 0,22 persen, sementara poundsterling Inggris menurun 0,19 persen. Franc Swiss juga mengalami penurunan sebesar 0,11 persen, dan dolar Australia melemah 0,28 persen. Dolar Kanada pun tercatat melemah 0,10 persen. Ini menunjukkan tren pelemahan yang meluas di pasar mata uang global pada hari ini, yang memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat.

“Simak juga: Prabowo Bentuk Badan Intelijen Keuangan, Sri Mulyani Ditunjuk Sebagai Komandan”

Faktor Penguat Rupiah: Sinyal Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Penguatan rupiah diperkirakan berasal dari beberapa faktor global, salah satunya adalah sinyal dari The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) yang menyatakan bahwa mereka kemungkinan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps). Pernyataan tersebut datang setelah data inflasi yang lebih terkendali dan berkurangnya tekanan di sektor tenaga kerja. Lukman Leong menjelaskan bahwa meskipun masih ada ketidakpastian di pasar, pernyataan The Fed memberikan dampak positif terhadap pasar keuangan global, termasuk penguatan mata uang rupiah.

Lukman Leong juga menambahkan bahwa ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter di AS sangat memengaruhi sentimen investor. Jika The Fed benar-benar memangkas suku bunga, hal itu dapat memberikan dampak positif terhadap pasar aset risiko, termasuk di negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini berimbas pada nilai tukar rupiah yang menguat.

Perkiraan Pergerakan Rupiah ke Depan

Lukman memprediksi bahwa rupiah akan bergerak dalam kisaran rentang yang relatif sempit, yakni antara Rp15.600 hingga Rp15.750 per dolar AS. Namun, ia menekankan bahwa volatilitas pasar masih cukup tinggi, dan faktor-faktor eksternal seperti kebijakan moneter The Fed dan data ekonomi global akan terus mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.

Secara keseluruhan, penguatan rupiah yang terjadi pada akhir pekan ini memberikan harapan bagi pasar Indonesia, terutama bagi sektor-sektor yang bergantung pada kestabilan mata uang. Meskipun demikian, para pelaku pasar tetap disarankan untuk memantau perkembangan kondisi global yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah lebih lanjut.

Faktor Lain yang Mempengaruhi Nilai Tukar Rupiah

Selain faktor kebijakan moneter AS, pergerakan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh faktor domestik, seperti kebijakan pemerintah Indonesia, perkembangan ekonomi dalam negeri, serta harga komoditas global yang menjadi andalan ekspor Indonesia.

Post navigation

Previous: Potensi Penurunan Ekspor Indonesia ke Amerika Serikat Akibat Kebijakan Donald Trump
Next: China Umumkan Daftar Negara Bebas Visa Terbaru, Bagaimana Dengan Nasib Indonesia?

Related Stories

RUPST Cashlez Setujui Rights Issue 996,6 Juta Saham untuk Perkuat Bisnis Pembayaran Digital
  • Keuangan

RUPST Cashlez Setujui Rights Issue 996,6 Juta Saham untuk Perkuat Bisnis Pembayaran Digital

Foomers March 17, 2026
Bank Mandiri Siapkan Rp 4,58 Triliun Uang Tunai untuk Ramadhan dan Lebaran di Jabar
  • Keuangan

Bank Mandiri Siapkan Rp 4,58 Triliun Uang Tunai untuk Ramadhan dan Lebaran di Jabar

Foomers March 9, 2026
ARKI dan PINTU Kenalkan Potensi Blockchain kepada Pengusaha Kost, Dari Properti ke Aset Digital
  • Keuangan

ARKI dan PINTU Kenalkan Potensi Blockchain kepada Pengusaha Kost, Dari Properti ke Aset Digital

Foomers March 3, 2026

Recent Posts

  • RUPST Cashlez Setujui Rights Issue 996,6 Juta Saham untuk Perkuat Bisnis Pembayaran Digital
  • Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Sosok Misterius yang Kini Mengendalikan Arah Negara
  • 300 Ribu Anak Indonesia Alami Depresi dan Cemas, Alarm Serius bagi Kesehatan Mental Generasi Muda
  • Bank Mandiri Siapkan Rp 4,58 Triliun Uang Tunai untuk Ramadhan dan Lebaran di Jabar
  • Rusia Akhirnya Buka Suara soal Dukungan Militer ke Iran di Tengah Perang yang Memanas

Categories

  • Gaya Hidup
  • Home
  • Keuangan
  • Umum

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024

Copyright © Foomer Official | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.