Foomer Official – Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di berbagai kota di Indonesia. Aktivitas ekonomi meningkat, pusat perbelanjaan ramai, dan kebutuhan transaksi masyarakat melonjak tajam. Dalam konteks itu, Ramadhan dan Lebaran Bank Mandiri uang tunai menjadi perhatian penting karena bank pelat merah tersebut menyiapkan Rp 4,58 triliun untuk wilayah Jawa Barat. Dana ini disalurkan untuk pengisian ATM dan CRM selama periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap dapat melakukan transaksi dengan lancar. Selain itu, kebijakan ini juga mencerminkan kesiapan sektor perbankan menghadapi momentum ekonomi tahunan yang selalu meningkat menjelang Idul Fitri.
Lonjakan Aktivitas Ekonomi Selama Ramadhan
Setiap tahun, Ramadhan membawa perubahan signifikan pada pola konsumsi masyarakat. Aktivitas belanja meningkat karena banyak keluarga mulai mempersiapkan kebutuhan berbuka, sahur, hingga keperluan Lebaran. Oleh sebab itu, kebutuhan uang tunai biasanya melonjak dalam waktu singkat. Situasi tersebut juga terlihat di Jawa Barat yang memiliki jumlah penduduk besar serta aktivitas ekonomi yang dinamis. Selain faktor konsumsi rumah tangga, pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) juga memicu peningkatan transaksi. Akibatnya, bank harus menyesuaikan pasokan uang tunai agar mesin ATM tetap terisi. Dengan langkah ini, masyarakat dapat melakukan penarikan uang tanpa hambatan selama Ramadhan.
Komitmen Bank Mandiri Menjaga Kelancaran Transaksi
“Baca Juga : Kemenhub Tegaskan Perjalanan Umrah Tetap Normal Meski Timur Tengah Memanas“
Regional CEO Bank Mandiri Region VI Jawa Barat, Nila Mayta Dwi Rihandjani, menegaskan bahwa penyediaan uang tunai ini merupakan bagian dari komitmen bank dalam melayani masyarakat. Ia menjelaskan bahwa bank ingin memastikan seluruh kebutuhan transaksi selama Ramadhan hingga Idul Fitri dapat terpenuhi. Oleh karena itu, Bank Mandiri melakukan koordinasi di seluruh jaringan layanan. Tujuannya agar distribusi uang tunai berjalan lancar dan tepat sasaran. Selain itu, kesiapan ini juga menunjukkan bahwa sektor perbankan berusaha hadir di tengah kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, nasabah tidak perlu khawatir menghadapi lonjakan transaksi saat momentum Lebaran tiba.
Alokasi Dana Naik Dibanding Tahun Sebelumnya
Jumlah uang tunai yang disiapkan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Pada Ramadhan dan Lebaran tahun lalu, Bank Mandiri menyiapkan sekitar Rp 4,36 triliun. Sementara itu, pada 2026 jumlahnya naik menjadi Rp 4,58 triliun. Artinya, terdapat kenaikan sekitar lima persen secara tahunan. Peningkatan ini bukan tanpa alasan. Bank memperkirakan aktivitas ekonomi masyarakat akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, mobilitas masyarakat juga diprediksi meningkat menjelang puncak arus mudik. Oleh karena itu, tambahan alokasi dana dianggap penting untuk menjaga stabilitas layanan perbankan.
“Baca Juga : Menuju Nol Emisi 2060, OJK Bentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim“
Perkiraan Kebutuhan Pengisian ATM Setiap Hari
Bank Mandiri juga melakukan perhitungan terkait kebutuhan pengisian uang di mesin ATM dan CRM. Berdasarkan proyeksi internal, kebutuhan pengisian diperkirakan mencapai sekitar Rp 120 juta hingga Rp 130 juta per hari. Angka tersebut menunjukkan besarnya aktivitas transaksi masyarakat selama Ramadhan. Selain itu, berbagai faktor turut mempengaruhi peningkatan ini. Misalnya pembayaran THR bagi aparatur sipil negara, meningkatnya belanja keluarga, serta kebutuhan perjalanan mudik. Oleh karena itu, pengelolaan distribusi uang tunai menjadi sangat penting. Jika tidak dikelola dengan baik, mesin ATM dapat cepat kosong dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Optimalisasi ATM dan Layanan Elektronik
Selain menyediakan uang tunai dalam jumlah besar, Bank Mandiri juga memastikan seluruh kanal layanan elektronik tetap berjalan optimal. Di wilayah Jawa Barat, bank ini mengoperasikan 1.194 unit ATM dan CRM. Mesin tersebut tersebar di berbagai lokasi strategis agar mudah diakses masyarakat. Selain itu, terdapat 16.209 mesin EDC yang digunakan untuk mendukung transaksi pembayaran di berbagai merchant. Dengan infrastruktur ini, nasabah dapat melakukan transaksi secara lebih fleksibel. Mereka tidak hanya mengandalkan penarikan uang tunai, tetapi juga dapat memanfaatkan transaksi digital yang semakin praktis.
Peran Aplikasi Livin’ by Mandiri dalam Transaksi Digital
Di tengah meningkatnya tren digitalisasi, Bank Mandiri juga mendorong nasabah memanfaatkan layanan perbankan digital. Salah satu layanan utama adalah aplikasi Livin’ by Mandiri. Aplikasi ini memungkinkan pengguna melakukan berbagai transaksi tanpa harus datang ke kantor cabang. Nasabah dapat melakukan transfer, pembayaran tagihan, hingga pembelian produk digital dengan mudah. Saat ini, layanan tersebut telah digunakan oleh lebih dari 4,6 juta pengguna terdaftar di wilayah Jawa Barat. Kehadiran aplikasi ini menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang ingin bertransaksi secara cepat dan aman selama Ramadhan.
Ketersediaan Kartu Mandiri e-Money untuk Masyarakat
Selain layanan digital, Bank Mandiri juga menyiapkan stok 1,1 juta kartu Mandiri e-money. Kartu ini sangat penting terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama musim mudik. Sebab kartu tersebut dapat digunakan untuk berbagai transaksi, seperti pembayaran tol, parkir, hingga transportasi umum. Untuk memudahkan masyarakat, kartu e-money tersedia di berbagai lokasi. Nasabah dapat membelinya di kantor cabang Bank Mandiri maupun melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’. Selain itu, kartu ini juga tersedia di jaringan ritel seperti Indomaret dan Alfamart, serta melalui platform e-commerce.