Foomer Official – Tidur adalah aktivitas penting yang mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Namun, tidur dengan posisi yang salah bisa berisiko menimbulkan masalah kesehatan, terutama pada leher. Banyak orang yang mengeluhkan leher nyeri setelah bangun tidur, dan ini sering kali disebabkan oleh posisi tidur yang tidak tepat. Berikut ini adalah cara untuk menghindari nyeri leher
Tidur dalam posisi yang salah dapat menyebabkan ketegangan pada otot leher. Hal ini terjadi ketika leher dan kepala diposisikan dalam sudut yang tidak alami, seperti membungkuk terlalu jauh ke depan atau menyamping terlalu lama. Ketegangan otot ini bisa memicu rasa sakit yang berkepanjangan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga posisi tidur yang benar agar otot leher tidak tegang.
“Baca Juga : Dokter Gizi Beberkan Kesalahan Umum yang Bikin Berat Badan Naik Pasca-Lebaran”
Bantal memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga posisi leher saat tidur. Bantal yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa membuat leher tertekuk dalam posisi yang tidak alami. Idealnya, bantal harus dapat menopang kepala dan leher dengan baik, menjaga agar keduanya sejajar dengan tulang belakang. Penggunaan bantal ergonomis atau bantal memory foam yang menyesuaikan dengan bentuk leher dapat mengurangi risiko nyeri leher.
Postur terbaik untuk mencegah nyeri leher adalah tidur terlentang. Posisi ini memungkinkan kepala, leher, dan tulang belakang tetap sejajar. Jika tidur miring, pastikan bantal yang digunakan cukup tinggi untuk menopang kepala sehingga leher tetap lurus dengan tulang belakang. Tidur tengkurap sebaiknya dihindari, karena posisi ini membuat leher harus diputar ke samping dalam waktu yang lama, yang bisa menyebabkan ketegangan otot dan nyeri.
“Simak juga: Tidur Siang Menjadi Faktor Badan Gemuk! Apa Hubungannya?”
Kasur yang digunakan juga mempengaruhi kualitas tidur dan kesehatan leher. Jika terlalu keras atau terlalu empuk bisa menyebabkan postur tubuh yang buruk saat tidur. Kasur yang ideal harus memberikan dukungan yang cukup pada tubuh dan menjaga agar posisi tubuh tetap sejajar saat tidur. Memilih kasur dengan tingkat kekerasan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dapat mencegah masalah leher di kemudian hari.
Sebelum tidur, melakukan peregangan ringan untuk leher dan bahu bisa membantu mengurangi ketegangan otot. Peregangan ini dapat meningkatkan aliran darah ke area leher, mempersiapkan tubuh untuk tidur yang lebih nyenyak. Gerakan sederhana seperti memutar leher perlahan atau mencondongkan kepala ke samping dapat membantu melonggarkan otot-otot yang kaku.
Menggunakan ponsel atau tablet sambil berbaring di tempat tidur bisa memperburuk masalah leher. Posisi kepala yang terlalu menunduk dalam waktu lama dapat memberi tekanan pada otot leher dan menyebabkan rasa sakit. Sebaiknya, hindari menggunakan perangkat elektronik di tempat tidur, terutama saat hendak tidur, untuk menjaga posisi leher tetap baik.
Selain menjaga posture yang baik, penting juga untuk tidur dengan postur tubuh yang tepat. Pastikan tubuh dalam posisi yang simetris, tidak ada bagian yang tertekuk atau membungkuk terlalu lama. Posisi tidur yang tepat akan mengurangi risiko nyeri leher dan membuat tidur menjadi lebih nyenyak dan berkualitas.
Jika nyeri leher terus berlanjut meski telah memperbaiki posisi, disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional medis. Nyeri leher yang persisten bisa disebabkan oleh berbagai faktor lain, seperti cedera atau masalah tulang belakang. Dokter atau fisioterapis dapat memberikan saran atau perawatan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.