Foomer Official – Khamzat Chimaev Kejar Gelar UFC kelas menengah lagi setelah kehilangan sabuk dalam pertarungan ketat melawan Sean Strickland pada Mei 2026. Namun, jalan menuju kesempatan berikutnya tidak sepenuhnya mulus. Chimaev mengungkap bahwa kedua tangannya terus mengalami masalah karena gaya bertarung yang agresif dan pukulannya yang keras. Cedera tersebut mungkin memaksanya mengambil waktu pemulihan. Meski demikian, ia menegaskan masa istirahat tidak akan berlangsung lama. Jika harus berhenti sementara, Chimaev memperkirakan hanya membutuhkan sekitar satu atau dua bulan. Bahkan selama periode tersebut, ia berencana tetap menjalani latihan dan pemulihan. Situasi ini memperlihatkan sisi berbeda dari petarung yang terkenal tanpa kompromi di arena. Di balik keberaniannya menghadapi lawan, Chimaev juga harus mendengarkan kondisi tubuh. Targetnya tetap jelas. Ia ingin kembali ke UFC, memenangkan pertarungan, dan mendapatkan kesempatan merebut gelar kelas menengah.
Khamzat Chimaev Kejar Gelar Meski Tangan Bermasalah
Chimaev menjelaskan bahwa masalah terbesarnya saat ini berada pada tangan. Menurutnya, cedera tersebut muncul karena ia memukul dengan keras dan telah menjadi persoalan yang berulang. Namun, ia tidak menggambarkannya sebagai cedera besar yang membuatnya harus berhenti total dari latihan. Chimaev masih dapat melakukan aktivitas pemulihan dan menjaga kondisi tubuh. Baginya, kemungkinan mengambil jeda justru menjadi kesempatan untuk memperbaiki masalah sebelum kembali bertanding. Pendekatan tersebut terasa penting karena perjalanan kariernya sebelumnya juga beberapa kali terganggu persoalan kesehatan. Kali ini, ia ingin memastikan cedera tidak berkembang menjadi hambatan yang lebih serius. Keinginan bertarung tetap sangat kuat, tetapi tubuh memiliki batas yang perlu dihormati. Karena itu, keputusan mengambil waktu satu atau dua bulan dapat menjadi investasi untuk perjalanan yang lebih panjang. Chimaev tidak ingin menghilang. Ia hanya membutuhkan kesempatan untuk kembali dalam kondisi yang lebih siap.
Baca Juga : 3 Shio Diprediksi Karier Melesat, Peluang Keuangan Ikut Menguat
Kekalahan dari Strickland Masih Menjadi Motivasi Besar
Perjalanan Chimaev menuju gelar berikutnya tidak dapat dilepaskan dari kekalahannya melawan Sean Strickland pada UFC 328 pada Mei. Hasil melalui keputusan terbelah itu menjadi kekalahan pertama dalam karier profesional Chimaev. Lebih menyakitkan lagi, pertandingan tersebut membuatnya kehilangan gelar kelas menengah UFC. Namun, Chimaev tidak menjadikan kekalahan itu sebagai alasan untuk berhenti. Ia justru ingin kembali ke persaingan sabuk secepat mungkin. Menariknya, fokus Chimaev bukan semata-mata membalas Strickland. Ia lebih tertarik merebut kembali gelar dari siapa pun yang memegangnya. Sikap tersebut menunjukkan bahwa sabuk menjadi tujuan utama, bukan persoalan pribadi. Dalam olahraga tarung, satu kekalahan dapat mengubah arah karier secara cepat. Chimaev kini menghadapi fase tersebut. Ia harus memulihkan tubuh sekaligus menjaga posisinya dalam persaingan kelas menengah. Setiap pertarungan berikutnya dapat menentukan seberapa dekat dirinya menuju kesempatan perebutan gelar lainnya.
RAF Membuat Chimaev Tetap Aktif di Tengah Penantian
Ketika kesempatan bertarung di UFC belum tersedia, Chimaev memilih tetap aktif melalui Real American Freestyle atau RAF. Ia bahkan menunjukkan kemampuan gulat dominan dalam beberapa penampilan. Pada 5 September, Chimaev menghadapi mantan juara kelas welter UFC Tyron Woodley di Moskow. Pertandingan tersebut berakhir sangat cepat. Chimaev mengunci kemenangan melalui pin hanya dalam waktu 1 menit 34 detik pada ronde pertama. Hasil itu melanjutkan catatan impresifnya di arena gulat setelah sebelumnya mengalahkan Dillon Danis. Aktivitas di RAF memberi Chimaev ruang untuk terus berkompetisi tanpa harus menunggu jadwal UFC. Namun, pertandingan tetap membawa tuntutan fisik. Karena itu, kondisi tangannya menjadi sesuatu yang harus diperhatikan. Chimaev terkenal sebagai petarung yang selalu ingin bergerak. Kini, tantangannya adalah menemukan keseimbangan antara menjaga momentum kompetisi dan memberi tubuh cukup waktu untuk pulih sebelum kembali mengejar sabuk UFC.
Baca Juga : Tenun Baduy Bertemu Avant-Garde dalam Koleksi Lungsara KMK
Pertemuan dengan Gilbert Burns Membawa Cerita Lama
Nama Gilbert Burns memiliki tempat khusus dalam perjalanan Chimaev. Keduanya pernah bertemu dalam pertarungan MMA sengit di UFC 273 pada 2022. Saat itu, Chimaev memenangkan pertandingan melalui keputusan mutlak setelah melewati perlawanan keras Burns. Empat tahun kemudian, mereka kembali dipertemukan dalam format berbeda melalui RAF 13 di Miami. Pertemuan tersebut memberikan kesempatan bagi dua petarung berpengalaman untuk menguji kemampuan gulat mereka. Bagi Chimaev, pertandingan ini juga menjadi cara menjaga ketajaman ketika jadwal UFC belum jelas. Burns sendiri telah pensiun dari kompetisi MMA setelah perjalanan panjang di kelas welter, tetapi tetap aktif dalam olahraga grappling. Karena itu, pertemuan mereka membawa nuansa berbeda dibanding duel pertama. Tidak ada perjalanan menuju sabuk UFC yang dipertaruhkan secara langsung. Meski demikian, sejarah keduanya memberikan nilai emosional. Pertarungan tersebut mengingatkan penggemar pada salah satu ujian paling berat dalam perjalanan awal Chimaev di UFC.
Caio Borralho Masuk dalam Radar Pertarungan Berikutnya
Chimaev sebenarnya ingin kembali ke oktagon sebelum akhir 2026. Namun, belum ada pengumuman resmi mengenai lawan UFC berikutnya. Situasi itu membuatnya mencari nama lain yang bersedia bertanding. Salah satu petarung yang muncul adalah Caio Borralho. Chimaev mengatakan Borralho menerima tantangannya, tetapi kondisi cedera membuat jadwal Oktober sulit diwujudkan. Menurut Chimaev, Borralho memperkirakan dirinya bisa siap pada November atau Desember. Pertarungan tersebut dapat menjadi pilihan menarik jika kesempatan perebutan gelar belum tersedia. Bagi Chimaev, tetap aktif juga membantu mempertahankan momentum setelah kehilangan sabuk. Namun, kondisi tangannya akan menjadi pertimbangan penting sebelum keputusan dibuat. Ia tidak perlu terburu-buru hanya demi mendapatkan jadwal pertandingan. Pemulihan yang tepat dapat memberikan peluang lebih baik ketika kembali ke oktagon. Jika pertarungan melawan Borralho akhirnya terjadi, laga itu berpotensi menjadi langkah penting menuju kesempatan perebutan gelar berikutnya.
Strickland dan Imavov Bisa Menentukan Arah Berikutnya
Situasi perebutan gelar kelas menengah juga memengaruhi langkah Chimaev. Menurut laporan MMA Fighting, belum ada pengumuman resmi UFC mengenai pertarungan gelar berikutnya. Namun, spekulasi yang beredar mengarah pada kemungkinan Sean Strickland mempertahankan sabuk melawan Nassourdine Imavov sebelum akhir 2026. Chimaev mengaku siap menghadapi siapa pun yang keluar sebagai pemegang gelar. Bahkan, ia melihat Imavov sebagai lawan yang berpotensi memenangkan duel tersebut. Meski demikian, Chimaev tidak terlihat terobsesi mendapatkan pertandingan ulang dengan Strickland. Target utamanya tetap sabuk UFC. Pendekatan itu membuat situasinya menarik. Jika UFC memilih pertarungan Strickland melawan Imavov, Chimaev memiliki waktu untuk memulihkan tangannya. Ia juga dapat mengambil satu pertarungan lain sebelum kesempatan gelar tersedia. Namun, setiap pilihan membawa risiko. Kekalahan dapat menjauhkannya dari sabuk, sedangkan kemenangan bisa memperkuat posisinya dalam persaingan kelas menengah.
Waktu Istirahat Bisa Menjadi Bagian dari Perjalanan Besar
Bagi petarung seperti Chimaev, berhenti sejenak mungkin terasa lebih sulit daripada bertanding. Karakternya dibangun melalui tekanan, aktivitas tinggi, dan keinginan menghadapi siapa pun. Namun, tubuh seorang atlet tidak dapat terus bekerja tanpa pemulihan. Masalah pada tangan menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju gelar membutuhkan lebih dari keberanian. Chimaev harus menentukan kapan waktunya menyerang dan kapan harus memberi tubuh kesempatan pulih. Ia sudah menegaskan bahwa kemungkinan jeda hanya berlangsung sekitar satu atau dua bulan. Selama masa tersebut, latihan tetap menjadi bagian dari rutinitasnya. Karena itu, periode pemulihan tidak berarti ambisinya melemah. Justru keputusan tersebut dapat membantu memperpanjang perjalanan kariernya. Sabuk kelas menengah masih menjadi tujuan utama. Namun, sebelum mengejarnya kembali, Chimaev perlu memastikan senjata terpentingnya berada dalam kondisi terbaik. Dalam olahraga sekeras MMA, kesabaran terkadang menjadi bagian penting dari sebuah serangan berikutnya.