Foomer Official – Daftar hotel terbaik dunia 2026 menghadirkan kabar menarik bagi industri pariwisata Indonesia. Dua properti dari Tanah Air berhasil masuk dalam The 50 Best Hotels 2026. Desa Potato Head di Bali menempati peringkat ke-21, sedangkan Nihi Sumba berada di posisi ke-35. Sementara itu, Rosewood Hong Kong kembali menguasai posisi pertama untuk tahun kedua berturut-turut. Daftar tahun ini diumumkan dalam acara penghargaan di Paris pada 15 September 2026. Secara keseluruhan, 50 hotel terpilih tersebar di 22 wilayah dan enam benua. Kehadiran dua properti Indonesia memperlihatkan bahwa pengalaman menginap yang menggabungkan desain, budaya, lingkungan, dan karakter lokal mampu mendapat perhatian dalam lanskap perhotelan internasional.
Rosewood Hong Kong Kembali Berada di Puncak
Rosewood Hong Kong mempertahankan peringkat pertama The 50 Best Hotels setelah sebelumnya juga menjadi pemuncak pada 2025. Hotel yang menghadap Victoria Harbour tersebut dibuka pada 2019 dan menawarkan pengalaman hotel perkotaan berskala besar. Properti ini memiliki lebih dari 400 kamar dan suite serta 11 restoran dan bar. Selain itu, fasilitas kebugaran dan spa menjadi bagian penting dari pengalaman menginap. Keberhasilan mempertahankan posisi pertama menarik karena Rosewood Hong Kong menjadi hotel pertama yang meraih gelar tersebut dua kali sejak pemeringkatan ini dimulai. Di tengah persaingan hotel mewah global, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan pengalaman tamu tetap menjadi unsur penting, bukan sekadar kemegahan bangunan.
Bangkok Menguasai Posisi Kedua dan Ketiga
Persaingan di papan atas juga memperlihatkan kuatnya industri perhotelan Asia. Capella Bangkok naik ke posisi kedua setelah berada di peringkat ketiga pada 2025. Sementara itu, Four Seasons Bangkok at Chao Phraya River menempati posisi ketiga. Kedua properti tersebut berada di kawasan Sungai Chao Phraya sehingga Bangkok menguasai dua dari tiga posisi teratas. Atlantis The Royal di Dubai berada di urutan keempat, disusul Passalacqua di Lake Como pada posisi kelima. Komposisi ini menunjukkan bahwa destinasi Asia mampu bersaing langsung dengan pusat wisata mewah tradisional di Eropa dan kawasan lainnya. Bahkan, enam hotel dari Asia berhasil menempati sepuluh besar pada daftar tahun ini.
Baca Juga: Aturan Visa Australia Diperketat, Pelajar Asing dan WHV Terdampak
Desa Potato Head Bali Berhasil Menembus Peringkat 21
Indonesia mendapatkan sorotan melalui Desa Potato Head yang menempati posisi ke-21. Properti di Seminyak, Bali, tersebut menawarkan konsep yang tidak hanya berpusat pada kamar hotel. Pengalaman tamu dikembangkan melalui perpaduan akomodasi, ruang budaya, seni, musik, kuliner, dan aktivitas komunitas. Karakter inilah yang membedakannya dari model resor konvensional. Pendekatan terhadap desain dan penggunaan material juga menjadi bagian dari identitas Potato Head. Dari sudut pandang industri, keberadaannya dalam daftar hotel terbaik dunia 2026 menunjukkan bahwa pengalaman hospitality kontemporer dapat berkembang melampaui konsep kemewahan klasik. Wisatawan modern juga mencari cerita, identitas tempat, dan pengalaman yang terasa dekat dengan lingkungan destinasi.
Nihi Sumba Membawa Karakter Nusa Tenggara Timur
Selain Bali, Indonesia diwakili Nihi Sumba yang berada pada peringkat ke-35. Berbeda dengan suasana Seminyak yang ramai, Nihi menawarkan pengalaman yang lebih dekat dengan lanskap alam Sumba. Desain vilanya mengambil inspirasi dari arsitektur tradisional setempat, sementara lingkungan di sekitarnya menjadi bagian utama dari pengalaman tamu. Pendekatan tersebut membuat identitas Nihi sulit dipisahkan dari Sumba sebagai destinasi. Menariknya, pengakuan tahun ini tidak hanya diberikan kepada propertinya. Pendiri Nihi Hotels, James McBride, juga menerima SevenRooms Icon Award 2026. Hal tersebut menambah perhatian terhadap Nihi dalam rangkaian penghargaan tahun ini sekaligus menunjukkan bagaimana properti dari destinasi yang relatif jauh dari pusat kota internasional dapat memperoleh pengakuan global.
Asia Menempatkan 18 Hotel dalam Daftar
Asia menjadi salah satu kawasan dengan representasi terbesar dalam daftar tahun ini. Sebanyak 18 hotel dari Asia berhasil masuk 50 besar. Selain Rosewood Hong Kong, Capella Bangkok, dan Four Seasons Bangkok, terdapat Mandarin Oriental Qianmen di Beijing pada posisi ketujuh. Upper House Hong Kong berada di posisi kedelapan, sedangkan Mandarin Oriental Bangkok menempati urutan kesepuluh. Jepang juga mempunyai beberapa wakil, termasuk Aman Tokyo, Bulgari Tokyo, Patina Osaka, dan Park Hyatt Kyoto. Jumlah tersebut memperlihatkan keragaman industri hospitality Asia. Hotel perkotaan, resor, hingga properti yang menonjolkan budaya lokal sama-sama mendapat tempat. Dengan demikian, pengalaman tamu tampaknya semakin dipengaruhi kemampuan sebuah hotel membangun identitas yang kuat sesuai lokasinya.
Eropa Memiliki Wakil Terbanyak dalam 50 Besar
Meskipun tiga posisi teratas dikuasai Asia, Eropa tetap menjadi kawasan dengan jumlah hotel terbanyak dalam daftar 2026. Sebanyak 21 hotel Eropa berhasil masuk 50 besar. Italia diwakili sejumlah properti seperti Passalacqua, Casa Maria Luigia, Bulgari Roma, Portrait Milano, dan San Domenico Palace. Prancis juga memiliki beberapa hotel, termasuk Hôtel de Crillon, Le Bristol, Cheval Blanc Paris, Hôtel du Couvent, Plaza Athénée, dan Hotel du Cap-Eden-Roc. Sementara itu, Inggris menempatkan Claridge’s, Raffles London at The OWO, Estelle Manor, serta The Connaught. Distribusi tersebut menunjukkan bahwa pusat hospitality klasik Eropa masih memiliki pengaruh kuat. Namun, persaingan dari Asia dan kawasan lain juga semakin terlihat pada posisi-posisi teratas.
Daftar 2026 Tidak Ditentukan dari Fasilitas Semata
The 50 Best Hotels menggunakan sistem pemungutan suara melalui akademi yang terdiri dari lebih dari 800 ahli industri perhotelan dan perjalanan dari berbagai wilayah dunia. Artinya, daftar tersebut bukan sekadar hasil penghitungan jumlah kamar, restoran, kolam renang, atau fasilitas mewah lainnya. Pengalaman terhadap sebuah properti menjadi bagian penting dari proses penilaian. Proses pemungutan suara juga mendapatkan pengawasan independen dari Deloitte. Oleh karena itu, posisi sebuah hotel sebaiknya dipahami dalam konteks metodologi pemeringkatan tersebut. Daftar ini bukan satu-satunya standar untuk menentukan kualitas hotel, tetapi dapat menjadi gambaran mengenai properti yang mendapatkan perhatian dari komunitas hospitality internasional pada periode tertentu.
Pengalaman Lokal Menjadi Nilai Menarik bagi Hotel Indonesia
Keberadaan Desa Potato Head dan Nihi Sumba memperlihatkan dua wajah hospitality Indonesia yang sangat berbeda. Potato Head berada di Bali dengan ekosistem kreatif dan budaya kontemporer. Sebaliknya, Nihi menonjolkan pengalaman alam serta karakter lokal Sumba. Namun, keduanya mempunyai satu kesamaan penting, yakni tidak berusaha menghilangkan identitas destinasi dari pengalaman menginap. Dalam industri hospitality modern, pendekatan tersebut memiliki nilai tersendiri. Wisatawan dapat menemukan hotel mewah di banyak negara. Akan tetapi, pengalaman yang hanya dapat diperoleh di satu lokasi jauh lebih sulit direplikasi. Menurut saya, inilah salah satu pelajaran menarik dari masuknya dua properti Indonesia dalam daftar tahun ini: karakter lokal dapat menjadi bagian dari daya saing internasional ketika diterjemahkan secara konsisten ke dalam pengalaman tamu.
Daftar 50 Hotel Terbaik Dunia 2026
The 50 Best Hotels 2026 menempatkan Rosewood Hong Kong di posisi pertama, diikuti Capella Bangkok dan Four Seasons Bangkok at Chao Phraya River. Posisi keempat hingga kesepuluh ditempati Atlantis The Royal, Passalacqua, Rosewood São Paulo, Mandarin Oriental Qianmen, Upper House Hong Kong, Chablé Yucatán, dan Mandarin Oriental Bangkok. Selanjutnya terdapat Aman Tokyo, Four Seasons Firenze, Claridge’s, Hôtel de Crillon, Jumeirah Marsa Al Arab, Capella Sydney, Raffles Singapore, Casa Maria Luigia, Le Bristol, Cheval Blanc Paris, Desa Potato Head, San Ysidro Ranch, One&Only Mandarina, Bulgari Tokyo, Las Ventanas al Paraíso, Royal Mansour, Four Seasons Astir Palace, Raffles London at The OWO, Copacabana Palace, dan The Taj Mahal Palace pada posisi 11 hingga 30.
Posisi 31 hingga 50 Melengkapi Daftar Global
Pada posisi 31 hingga 50 terdapat The Peninsula Istanbul, Bulgari Roma, Patina Osaka, Mount Nelson, Nihi Sumba, Badrutt’s Palace, Park Hyatt Kyoto, Hôtel du Couvent, Portrait Milano, dan Hôtel de Paris Monte-Carlo. Setelah itu, Plaza Athénée berada di posisi ke-41, disusul Hotel Sacher Vienna, Estelle Manor, Hotel du Cap-Eden-Roc, Amangiri, The Peninsula Hong Kong, Maroma, Aman Nai Lert, The Connaught, serta San Domenico Palace di posisi ke-50. Dengan demikian, Indonesia menjadi salah satu negara Asia Tenggara yang memiliki wakil dalam kelompok tersebut melalui Desa Potato Head dan Nihi Sumba. Daftar lengkap juga memperlihatkan beragam tipe properti, mulai dari hotel kota bertingkat tinggi hingga resor yang berorientasi pada alam dan pengalaman destinasi.
Pencapaian Indonesia Memberi Sorotan pada Keragaman Destinasi
Masuknya dua properti Indonesia dalam daftar hotel terbaik dunia 2026 memiliki arti menarik karena keduanya berasal dari karakter destinasi yang berbeda. Bali sudah lama memiliki posisi kuat dalam pariwisata internasional. Sementara itu, Sumba menawarkan lanskap dan pengalaman yang berbeda dari pusat pariwisata utama Indonesia. Pengakuan tersebut tentu tidak otomatis menggambarkan seluruh kualitas industri hotel nasional. Namun, pencapaian Desa Potato Head dan Nihi Sumba memperlihatkan bahwa properti Indonesia dapat memperoleh perhatian internasional ketika memiliki konsep, pelayanan, dan identitas destinasi yang jelas. Dalam jangka panjang, tantangannya adalah mempertahankan kualitas pengalaman sekaligus menjaga hubungan dengan budaya dan lingkungan yang menjadi daya tarik utama masing-masing lokasi.