Skip to content

Foomer Official

Sumber Info Terlengkap dan Terupdate

Primary Menu
  • Home
  • Umum
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Home
  • Gaya Hidup
  • Tips Merawat Sepatu ala Adityalogy dengan Perhatian pada Sirkulasi Udara
  • Gaya Hidup

Tips Merawat Sepatu ala Adityalogy dengan Perhatian pada Sirkulasi Udara

Foomers May 18, 2025 3 minutes read
Adityalogy

Foomer Official – Sepatu bukan sekadar pelindung kaki, melainkan juga bagian dari gaya hidup. Adityalogy, kreator konten fesyen dan lifestyle, kerap berbagi cara merawat sepatu agar tetap awet. Salah satu poin penting yang ia tekankan adalah soal sirkulasi udara. Menurutnya, menjaga sirkulasi udara dalam tempat penyimpanan sepatu bisa mencegah bau dan jamur. Ini terutama berlaku untuk koleksi sneakers, kulit, dan suede. Banyak orang sering mengabaikan hal ini. Padahal, sepatu yang tidak mendapatkan ventilasi cukup bisa rusak lebih cepat. Adityalogy mengungkap bahwa kuncinya adalah konsistensi dalam perawatan harian.

Jangan Simpan Sepatu dalam Box Terlalu Lama

Kebiasaan menyimpan sepatu di dalam kotak aslinya memang tampak rapi. Namun Adityalogy menyarankan untuk tidak terlalu lama menyimpannya dalam box. Kotak sepatu umumnya tidak punya lubang ventilasi yang memadai. Akibatnya, udara lembap terjebak dan menyebabkan jamur. Terlebih jika sepatu disimpan setelah dipakai dan belum benar-benar kering. Ia menyarankan agar sepatu diangin-anginkan dulu sebelum disimpan. Setelah itu, simpan di rak terbuka atau gunakan kotak transparan berlubang. Udara bisa bersirkulasi dengan baik, sehingga kelembapan tidak menumpuk. Ini penting terutama untuk sepatu berbahan kulit dan suede yang sensitif.

“Baca Juga : Gubernur BI Temui Prabowo di Istana, Ini Dugaan Agendanya”

Gunakan Silica Gel dan Shoe Tree

Untuk menjaga sepatu tetap kering dan bentuknya awet, Adityalogy menyarankan dua benda wajib. Pertama adalah silica gel yang berfungsi menyerap kelembapan di sekitar sepatu. Silica gel bisa ditempatkan di dalam sepatu atau di rak penyimpanan. Gantilah secara berkala setiap dua minggu sekali. Kedua adalah shoe tree, alat untuk menjaga bentuk sepatu agar tidak mudah penyok. Shoe tree juga membantu sirkulasi udara di bagian dalam sepatu. Pilih shoe tree berbahan kayu cedar agar sepatu tetap wangi dan segar. Kayu cedar juga menyerap bau tak sedap dan menghalau serangga.

Bersihkan Sepatu Secara Rutin Setelah Dipakai

Adityalogy menekankan pentingnya membersihkan sepatu secara rutin. Ia menyarankan untuk tidak menunda membersihkan sepatu yang habis dipakai. Debu dan kotoran jika dibiarkan akan menempel lebih kuat dan merusak bahan. Untuk sneakers, cukup dilap dengan kain lembap. Gunakan sikat halus untuk bagian outsole atau area yang sulit dijangkau. Jika sepatu basah karena hujan, jangan dikeringkan langsung di bawah sinar matahari. Biarkan diangin-anginkan secara alami agar bahan tidak retak. Ini penting terutama untuk sepatu berbahan kulit sintetis atau canvas. Rutinitas pembersihan ini sebaiknya dilakukan malam hari.

“Simak juga: Peluang dan Risiko di Balik Rencana Kopdes Salurkan Bantuaan”

Perhatikan Cara Menyemir dan Menyemprot Sepatu

Untuk sepatu kulit, Adityalogy menyarankan memakai semir berkualitas. Hindari produk dengan bahan kimia keras yang bisa merusak warna dan tekstur. Oleskan semir tipis-tipis lalu lap dengan kain kering. Lakukan ini seminggu sekali. Sedangkan untuk sepatu berbahan suede atau nubuck, gunakan semprotan pelindung. Pilih spray anti-air dan anti-debu yang tidak membuat warna sepatu berubah. Semprotkan dari jarak sekitar 30 cm, lalu biarkan mengering. Hindari menyemprot bagian dalam sepatu, karena bisa mengganggu sirkulasi alami. Produk perawatan juga harus disesuaikan dengan jenis bahan sepatu.

Hindari Menumpuk Sepatu dan Gunakan Rak Berventilasi

Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan adalah menumpuk sepatu. Menurut Adityalogy, ini bisa membuat sepatu cepat penyok dan rusak bentuknya. Ia lebih menyarankan penggunaan rak bersusun dengan ventilasi baik. Pilih rak yang terbuat dari kayu atau besi ringan dengan desain terbuka. Rak tertutup justru menyulitkan sirkulasi udara. Jika ingin menggunakan kotak, pastikan kotak tersebut memiliki lubang kecil di beberapa sisi. Ventilasi akan mencegah sepatu jadi lembap dan bau. Jika ruang terbatas, bisa juga pakai gantungan dinding khusus untuk sepatu.

Post navigation

Previous: Peluang dan Risiko di Balik Rencana Kopdes Salurkan Bantuaan
Next: SPAI Kritik Aturan Baru soal Tarif Pos Komersial, Berikut Alasannya

Related Stories

Kilau Perhiasan Prewedding Syifa Hadju, Sentuhan Elegan Bernilai Rp 250 Juta yang Memikat Perhatian
  • Gaya Hidup

Kilau Perhiasan Prewedding Syifa Hadju, Sentuhan Elegan Bernilai Rp 250 Juta yang Memikat Perhatian

Foomers April 19, 2026
Parkinson Bukan Gangguan Jiwa, Ini Penjelasan Medis yang Sering Disalahpahami
  • Gaya Hidup

Parkinson Bukan Gangguan Jiwa, Ini Penjelasan Medis yang Sering Disalahpahami

Foomers April 15, 2026
Zendaya Ungkap Momen Manis, Saat Hatinya Yakin Tom Holland Adalah yang Tepat
  • Gaya Hidup

Zendaya Ungkap Momen Manis, Saat Hatinya Yakin Tom Holland Adalah yang Tepat

Foomers April 4, 2026

Recent Posts

  • Kilau Perhiasan Prewedding Syifa Hadju, Sentuhan Elegan Bernilai Rp 250 Juta yang Memikat Perhatian
  • Inflasi Medis Tembus 17,9 Persen, Alarm Baru Pentingnya Asuransi Kesehatan di Indonesia
  • Kisah Hansjurgen Kohler, Detektif Antariksa yang Siap Terima Telepon UFO 24 Jam
  • Parkinson Bukan Gangguan Jiwa, Ini Penjelasan Medis yang Sering Disalahpahami
  • Reli Harga Bitcoin Berlanjut, “Tol Kripto” Iran Picu Lonjakan di Tengah Geopolitik Memanas

Categories

  • Gaya Hidup
  • Home
  • Keuangan
  • Umum

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024

Copyright © Foomer Official | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.