Skip to content

Foomer Official

Sumber Info Terlengkap dan Terupdate

Primary Menu
  • Home
  • Umum
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Home
  • Keuangan
  • Rupiah Tertekan, Dibuka di Rp15.938 Hari Ini
  • Keuangan

Rupiah Tertekan, Dibuka di Rp15.938 Hari Ini

Hendra Gunadi November 15, 2024 3 minutes read
Rupiah Tertekan

Foomer Official – Nilai tukar rupiah tertekan dolar AS pada perdagangan Jumat (15/11) pagi, tertekan ke posisi Rp15.938 per dolar AS. Mata uang Garuda ini melemah 76 poin atau turun sekitar 0,48 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Tren pelemahan rupiah ini sejalan dengan kondisi mayoritas mata uang Asia yang juga mengalami tekanan.

Pelemahan Rupiah Seiring Tren Mata Uang Asia Lainnya

Selain rupiah, sejumlah mata uang utama di kawasan Asia juga tercatat melemah di pagi hari ini. Di antaranya, dolar Hong Kong mengalami penurunan tipis sebesar 0,02 persen, sementara ringgit Malaysia dan rupee India masing-masing merosot 0,03 persen. Peso Filipina jatuh 0,08 persen, won Korea Selatan turun 0,10 persen, yen Jepang melemah 0,12 persen, dan yuan China anjlok 0,16 persen.

Hanya ada dua mata uang Asia yang tercatat menguat terhadap dolar AS, yaitu dolar Singapura yang naik dan baht Thailand. Secara keseluruhan, kondisi ini mencerminkan tren pelemahan mata uang regional yang tengah dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internasional.

“Baca juga: KUR atau Pinjol? Agar Lebih Aman, Simak Rekomendasinya”

Faktor Penguat Dolar AS dan Dampaknya pada Rupiah

Pelemahan rupiah ini diperkirakan terkait dengan penguatan dolar AS, yang terus menunjukkan performa positif. Pengamat komoditas dan mata uang, Lukman Leong, menjelaskan bahwa dolar AS tetap kokoh didorong oleh data klaim pengangguran di AS yang lebih baik dari perkiraan pasar. Data tersebut menunjukkan stabilitas ekonomi AS yang cukup kuat, yang mendukung prospek penguatan dolar AS.

Selain itu, penguatan dolar AS juga dipicu oleh pernyataan hawkish dari Gubernur The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. Powell menyatakan bahwa suku bunga acuan AS kemungkinan tidak akan segera diturunkan mengingat kondisi ekonomi AS yang masih sangat kuat, bahkan terkuat di antara negara-negara ekonomi maju. Hal ini memberi dukungan lebih lanjut bagi penguatan dolar AS, yang tentu saja menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Penguatan Mata Uang Negara Maju

Sementara itu, mata uang utama negara maju juga menunjukkan kecenderungan menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat tipis sebesar 0,04 persen, sementara euro Eropa naik 0,07 persen. Franc Swiss juga tercatat naik 0,04 persen, dan dolar Australia sedikit menguat sebesar 0,05 persen. Hanya dolar Kanada yang mengalami penurunan kecil sebesar 0,02 persen.

Penguatan mata uang negara maju ini, meskipun relatif terbatas, menunjukkan bahwa ada faktor-faktor tertentu yang mendukung stabilitas mata uang tersebut di tengah ketidakpastian ekonomi global. Meskipun demikian, dolar AS tetap menjadi mata uang dominan yang memberikan tekanan pada sebagian besar mata uang dunia, termasuk rupiah.

“Simak juga: Harga Bitcoin Meroket ke US$90.000: Berikut Faktor dan Prediksi Kenaikan Harga Bitcoin di Masa Depan”

Proyeksi Rupiah di Masa Depan

Berdasarkan analisis yang ada, rupiah diperkirakan akan terus berada di bawah tekanan dalam jangka pendek, mengingat penguatan dolar AS yang dipicu oleh kebijakan moneter The Fed dan data ekonomi AS yang kuat.

Pelaku pasar dan masyarakat perlu memperhatikan perkembangan ekonomi AS dan kebijakan moneter The Fed dalam beberapa waktu mendatang. Sebab, pengaruhnya terhadap nilai tukar rupiah dan mata uang negara berkembang lainnya kemungkinan akan terus berlanjut.

Post navigation

Previous: Resmi Ditahan sebagai Tersangka, Ivan Sugianto Wali Murid Paksa Siswa Bersujud dan Menggonggong Dijemput Paksa Pihak Kepolisian
Next: Anti Ribet dan Hemat! Staycation Jadi Pilihan Favorit di Tengah Keterbatasan Waktu dan Budget

Related Stories

RUPST Cashlez Setujui Rights Issue 996,6 Juta Saham untuk Perkuat Bisnis Pembayaran Digital
  • Keuangan

RUPST Cashlez Setujui Rights Issue 996,6 Juta Saham untuk Perkuat Bisnis Pembayaran Digital

Foomers March 17, 2026
Bank Mandiri Siapkan Rp 4,58 Triliun Uang Tunai untuk Ramadhan dan Lebaran di Jabar
  • Keuangan

Bank Mandiri Siapkan Rp 4,58 Triliun Uang Tunai untuk Ramadhan dan Lebaran di Jabar

Foomers March 9, 2026
ARKI dan PINTU Kenalkan Potensi Blockchain kepada Pengusaha Kost, Dari Properti ke Aset Digital
  • Keuangan

ARKI dan PINTU Kenalkan Potensi Blockchain kepada Pengusaha Kost, Dari Properti ke Aset Digital

Foomers March 3, 2026

Recent Posts

  • RUPST Cashlez Setujui Rights Issue 996,6 Juta Saham untuk Perkuat Bisnis Pembayaran Digital
  • Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Sosok Misterius yang Kini Mengendalikan Arah Negara
  • 300 Ribu Anak Indonesia Alami Depresi dan Cemas, Alarm Serius bagi Kesehatan Mental Generasi Muda
  • Bank Mandiri Siapkan Rp 4,58 Triliun Uang Tunai untuk Ramadhan dan Lebaran di Jabar
  • Rusia Akhirnya Buka Suara soal Dukungan Militer ke Iran di Tengah Perang yang Memanas

Categories

  • Gaya Hidup
  • Home
  • Keuangan
  • Umum

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024

Copyright © Foomer Official | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.