Skip to content

Foomer Official

Sumber Info Terlengkap dan Terupdate

Primary Menu
  • Home
  • Umum
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Home
  • Keuangan
  • Numpuk Dolar Ketika Rupiah Terpuruk: Tren Baru Warga Indonesia Berinvestasi di Dolar AS
  • Keuangan

Numpuk Dolar Ketika Rupiah Terpuruk: Tren Baru Warga Indonesia Berinvestasi di Dolar AS

Hendra Gunadi November 23, 2024 3 minutes read
Ketika Rupiah Terpuruk

Foomer Official – Ketika Rupiah terpuruk terhadap dolar Amerika Serikat (AS), semakin banyak warga Indonesia yang memilih untuk menyimpan dan berinvestasi dalam bentuk dolar. Keputusan ini dipicu oleh ketidakstabilan ekonomi global dan kondisi rupiah yang terus terdepresiasi, menjadikan dolar AS sebagai pilihan yang menarik bagi masyarakat Indonesia yang ingin menjaga nilai kekayaan mereka.

Pelemahan Rupiah dan Kenaikan Minat Terhadap Dolar

Bank Indonesia (BI) melaporkan pada 22 November 2024 bahwa angka uang beredar dalam arti luas (M2) pada Oktober 2024 mencapai Rp9.078,6 triliun, tumbuh sebesar 6,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pertumbuhan ini menunjukkan perlambatan, lebih rendah dibandingkan dengan 7,2% pada periode sebelumnya. Perlambatan ini turut mencerminkan kecenderungan masyarakat yang kini lebih memilih instrumen keuangan lainnya, terutama yang berbasis mata uang asing.

Salah satu indikator utama yang menunjukkan perubahan ini adalah pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh lebih lambat. DPK hanya tumbuh sebesar 6% yoy pada Oktober 2024, jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelumnya yang tumbuh 6,7% yoy. Di sisi lain, giro, salah satu instrumen simpanan yang dapat diakses kapan saja, mengalami penurunan pertumbuhan yang cukup signifikan, dari 8% yoy pada September menjadi hanya 5,5% yoy pada Oktober 2024.

“Baca juga: 5 Tanda Ekonomi Indonesia Sedang Dalam Bahaya, Wajib Waspada!”

Kenaikan Simpanan Berjangka Valas

Salah satu fenomena menarik dalam data perbankan adalah kenaikan simpanan berjangka, khususnya yang berbasis valuta asing (valas). Simpanan berjangka valas mencatatkan lonjakan signifikan, dari Rp323,4 triliun pada September 2024 menjadi Rp335 triliun pada Oktober 2024, atau meningkat sebesar 12,7% yoy. Hal ini menunjukkan betapa tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap dolar AS, yang dipandang lebih aman dan menguntungkan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Kenaikan ini juga seiring dengan kecenderungan masyarakat yang memanfaatkan penguatan dolar AS untuk mendapatkan keuntungan ganda. Imbal hasil dari simpanan berjangka dolar AS serta capital gain dari apresiasi nilai tukar dolar yang menguat terhadap rupiah. Fenomena ini juga mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap dolar yang lebih stabil dibandingkan dengan rupiah yang terus tertekan.

“Simak juga: Faktor Penyebab Rupiah Melemah: Penjelasan Bos Bank Indonesia”

Dolar AS dan Politik Ekonomi Global

Penguatan dolar AS terutama terjadi pasca pemilu AS 2024, di mana Donald Trump memenangkan kursi presiden. Trump yang kembali terpilih, diperkirakan akan menerapkan kebijakan tarif perdagangan yang tinggi, berpotensi menyebabkan inflasi di AS meningkat. Situasi ini memberikan sinyal bagi pasar global, termasuk Indonesia, bahwa rupiah akan semakin tertekan. Selain itu, The Fed, bank sentral AS, diprediksi akan kesulitan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, yang semakin memperburuk kondisi rupiah.

Pelemahan rupiah pada Oktober 2024 tercatat sebesar 3,67%, yang merupakan penurunan terburuk sejak Maret 2020. Dalam periode tersebut, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami koreksi terbesar dalam empat setengah tahun terakhir. Hal ini menambah ketidakpastian ekonomi domestik. Ketika Rupiah terpuruk, masyarakat Indonesia malah lebih cenderung mengalihkan simpanan mereka ke dolar AS. Yang dianggap lebih aman dan menguntungkan di tengah fluktuasi rupiah yang tajam.

Dengan semakin menguatnya dolar AS dan ketidakpastian yang melingkupi pasar global. Fenomena warga Indonesia yang memilih untuk “numpuk dolar” seakan menjadi strategi cerdas untuk menghindari dampak buruk dari pelemahan rupiah.

Post navigation

Previous: Situs Tonton Gratis Hadirkan Solusi Nonton Film Bioskop IDLIX Terbaru, Live Streaming LK21, dan K-Drama Tanpa Biaya Langganan
Next: Kenali Metode Trading Scalper: Strategi Cepat dalam Dunia Trading

Related Stories

RUPST Cashlez Setujui Rights Issue 996,6 Juta Saham untuk Perkuat Bisnis Pembayaran Digital
  • Keuangan

RUPST Cashlez Setujui Rights Issue 996,6 Juta Saham untuk Perkuat Bisnis Pembayaran Digital

Foomers March 17, 2026
Bank Mandiri Siapkan Rp 4,58 Triliun Uang Tunai untuk Ramadhan dan Lebaran di Jabar
  • Keuangan

Bank Mandiri Siapkan Rp 4,58 Triliun Uang Tunai untuk Ramadhan dan Lebaran di Jabar

Foomers March 9, 2026
ARKI dan PINTU Kenalkan Potensi Blockchain kepada Pengusaha Kost, Dari Properti ke Aset Digital
  • Keuangan

ARKI dan PINTU Kenalkan Potensi Blockchain kepada Pengusaha Kost, Dari Properti ke Aset Digital

Foomers March 3, 2026

Recent Posts

  • RUPST Cashlez Setujui Rights Issue 996,6 Juta Saham untuk Perkuat Bisnis Pembayaran Digital
  • Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Sosok Misterius yang Kini Mengendalikan Arah Negara
  • 300 Ribu Anak Indonesia Alami Depresi dan Cemas, Alarm Serius bagi Kesehatan Mental Generasi Muda
  • Bank Mandiri Siapkan Rp 4,58 Triliun Uang Tunai untuk Ramadhan dan Lebaran di Jabar
  • Rusia Akhirnya Buka Suara soal Dukungan Militer ke Iran di Tengah Perang yang Memanas

Categories

  • Gaya Hidup
  • Home
  • Keuangan
  • Umum

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024

Copyright © Foomer Official | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.