Foomer Official – Pakaian bekas atau thrifting kini menjadi tren di kalangan banyak orang. Namun, tahukah Anda bahwa baju bekas yang tidak dicuci dengan benar bisa menyimpan banyak mikroorganisme berbahaya? Dokter spesialis kulit dr. Fitria Agustina mengingatkan bahwa baju bekas dapat mengandung keringat, jamur, bakteri, bahkan residu bahan kimia dari pemilik sebelumnya. Tanpa pembersihan yang tepat, mikroorganisme ini bisa bertahan di serat kain dan menyebabkan gangguan kulit jika langsung dipakai.
Risiko Gatal dan Infeksi Kulit
Salah satu dampak dari memakai baju thrifting yang tidak dicuci adalah munculnya gatal, ruam, atau bahkan infeksi kulit. Jamur yang dapat bertahan di serat kain baju bekas, terutama dalam kondisi lembap, berpotensi menyebabkan infeksi seperti kurap. Selain itu, tungau penyebab skabies atau kudis juga bisa berpindah melalui pakaian bekas yang terkontaminasi. Bakteri ringan juga dapat berkembang meski lebih jarang, menyebabkan rasa tidak nyaman pada kulit.
“Baca Juga : Virus Nipah Masih Mengancam, Cara Mengurangi Risiko Penularannya”
Daya Tahan Mikroorganisme di Pakaian Bekas
Mikroorganisme seperti jamur, tungau, dan kutu memiliki daya tahan yang berbeda di pakaian bekas. Jamur dapat bertahan berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, sementara tungau penyebab skabies bisa bertahan selama dua hingga tiga hari. Jika pakaian bekas tersebut tidak dicuci dengan baik, mikroorganisme ini akan tetap hidup dan berisiko menginfeksi kulit saat pakaian dipakai.
Gejala Awal Gangguan Kulit dari Pakaian Thrifting
Jika Anda merasa gatal atau muncul ruam setelah memakai baju thrifting, itu bisa menjadi tanda awal adanya gangguan kulit. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain gatal yang menetap, ruam, bentol kecil, atau bercak melingkar pada kulit. Jika keluhan ini tidak segera hilang atau malah semakin meluas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis kulit agar bisa mendapatkan perawatan yang tepat.
Pentingnya Mencuci Baju Thrifting Sebelum Digunakan
Mencuci pakaian bekas sebelum dipakai bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Dokter Fitria menyarankan untuk selalu mencuci pakaian thrifting dengan sabun yang tepat dan air panas jika memungkinkan. Ini akan membantu menghilangkan bakteri, jamur, dan tungau yang mungkin tertinggal. Mencuci pakaian juga penting untuk mengurangi risiko iritasi atau reaksi alergi yang bisa terjadi pada kulit sensitif.
Cara Mencegah Risiko Penyakit Kulit dari Pakaian Bekas
Untuk mencegah gangguan kulit akibat baju thrifting, pastikan untuk selalu mencuci pakaian bekas sebelum digunakan. Selain itu, pilihlah baju thrifting yang berasal dari toko atau penjual yang terpercaya, di mana kebersihan dan pengolahan pakaian lebih terjaga. Jika kulit Anda sudah mulai menunjukkan gejala iritasi, segera hentikan penggunaan pakaian tersebut dan konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Perawatan Kulit Setelah Menggunakan Pakaian Thrifting
Jika Anda mengalami iritasi kulit setelah memakai pakaian thrifting, beberapa perawatan sederhana bisa dilakukan. Gunakan krim kalamin atau salep anti-gatal untuk meredakan rasa gatal, dan hindari menggaruk kulit yang terinfeksi. Pastikan juga untuk menjaga kelembapan kulit dengan lotion atau pelembap agar proses penyembuhan berjalan lebih cepat.