Skip to content

Foomer Official

Sumber Info Terlengkap dan Terupdate

Primary Menu
  • Home
  • Umum
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • Home
  • Gaya Hidup
  • Dokter Ingatkan Risiko Penyakit Kulit dari Baju Thrifting yang Tidak Dicuci
  • Gaya Hidup

Dokter Ingatkan Risiko Penyakit Kulit dari Baju Thrifting yang Tidak Dicuci

Foomers February 8, 2026 3 minutes read
Dokter Ingatkan Risiko Penyakit Kulit dari Baju Thrifting yang Tidak Dicuci

Foomer Official – Pakaian bekas atau thrifting kini menjadi tren di kalangan banyak orang. Namun, tahukah Anda bahwa baju bekas yang tidak dicuci dengan benar bisa menyimpan banyak mikroorganisme berbahaya? Dokter spesialis kulit dr. Fitria Agustina mengingatkan bahwa baju bekas dapat mengandung keringat, jamur, bakteri, bahkan residu bahan kimia dari pemilik sebelumnya. Tanpa pembersihan yang tepat, mikroorganisme ini bisa bertahan di serat kain dan menyebabkan gangguan kulit jika langsung dipakai.

Risiko Gatal dan Infeksi Kulit

Salah satu dampak dari memakai baju thrifting yang tidak dicuci adalah munculnya gatal, ruam, atau bahkan infeksi kulit. Jamur yang dapat bertahan di serat kain baju bekas, terutama dalam kondisi lembap, berpotensi menyebabkan infeksi seperti kurap. Selain itu, tungau penyebab skabies atau kudis juga bisa berpindah melalui pakaian bekas yang terkontaminasi. Bakteri ringan juga dapat berkembang meski lebih jarang, menyebabkan rasa tidak nyaman pada kulit.

“Baca Juga : Virus Nipah Masih Mengancam, Cara Mengurangi Risiko Penularannya”

Daya Tahan Mikroorganisme di Pakaian Bekas

Mikroorganisme seperti jamur, tungau, dan kutu memiliki daya tahan yang berbeda di pakaian bekas. Jamur dapat bertahan berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, sementara tungau penyebab skabies bisa bertahan selama dua hingga tiga hari. Jika pakaian bekas tersebut tidak dicuci dengan baik, mikroorganisme ini akan tetap hidup dan berisiko menginfeksi kulit saat pakaian dipakai.

Gejala Awal Gangguan Kulit dari Pakaian Thrifting

Jika Anda merasa gatal atau muncul ruam setelah memakai baju thrifting, itu bisa menjadi tanda awal adanya gangguan kulit. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain gatal yang menetap, ruam, bentol kecil, atau bercak melingkar pada kulit. Jika keluhan ini tidak segera hilang atau malah semakin meluas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis kulit agar bisa mendapatkan perawatan yang tepat.

“Baca Juga : Studi Temukan Kecerdasan Buatan Dapat Bantu Deteksi Dini Penurunan Kognitif Lewat Catatan Medis Dokter”

Pentingnya Mencuci Baju Thrifting Sebelum Digunakan

Mencuci pakaian bekas sebelum dipakai bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Dokter Fitria menyarankan untuk selalu mencuci pakaian thrifting dengan sabun yang tepat dan air panas jika memungkinkan. Ini akan membantu menghilangkan bakteri, jamur, dan tungau yang mungkin tertinggal. Mencuci pakaian juga penting untuk mengurangi risiko iritasi atau reaksi alergi yang bisa terjadi pada kulit sensitif.

Cara Mencegah Risiko Penyakit Kulit dari Pakaian Bekas

Untuk mencegah gangguan kulit akibat baju thrifting, pastikan untuk selalu mencuci pakaian bekas sebelum digunakan. Selain itu, pilihlah baju thrifting yang berasal dari toko atau penjual yang terpercaya, di mana kebersihan dan pengolahan pakaian lebih terjaga. Jika kulit Anda sudah mulai menunjukkan gejala iritasi, segera hentikan penggunaan pakaian tersebut dan konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Perawatan Kulit Setelah Menggunakan Pakaian Thrifting

Jika Anda mengalami iritasi kulit setelah memakai pakaian thrifting, beberapa perawatan sederhana bisa dilakukan. Gunakan krim kalamin atau salep anti-gatal untuk meredakan rasa gatal, dan hindari menggaruk kulit yang terinfeksi. Pastikan juga untuk menjaga kelembapan kulit dengan lotion atau pelembap agar proses penyembuhan berjalan lebih cepat.

Post navigation

Previous: KPK OTT Ketua hingga Wakil Ketua PN Depok, Sengketa Lahan Jadi Pangkal Perkara
Next: Sinergi KB Bank (BBKP) dan Bali United, Dorong Akuisisi Nasabah dan Transaksi

Related Stories

Wabah Meningitis di Inggris: Gejala Mirip Flu yang Berujung Fatal dan Jadi Peringatan Serius
  • Gaya Hidup

Wabah Meningitis di Inggris: Gejala Mirip Flu yang Berujung Fatal dan Jadi Peringatan Serius

Foomers March 20, 2026
300 Ribu Anak Indonesia Alami Depresi dan Cemas, Alarm Serius bagi Kesehatan Mental Generasi Muda
  • Gaya Hidup

300 Ribu Anak Indonesia Alami Depresi dan Cemas, Alarm Serius bagi Kesehatan Mental Generasi Muda

Foomers March 9, 2026
Takut Masa Depan Suram, Banyak Orang Kini Ragu Punya Anak
  • Gaya Hidup

Takut Masa Depan Suram, Banyak Orang Kini Ragu Punya Anak

Foomers March 4, 2026

Recent Posts

  • Harga Emas Dunia Anjlok Tajam, Pekan Terburuk Sejak 1983 di Tengah Geopolitik Memanas
  • SBY Hadiri Halalbihalal di Istana: Momen Hangat Silaturahmi yang Sarat Makna Kebangsaan
  • Wabah Meningitis di Inggris: Gejala Mirip Flu yang Berujung Fatal dan Jadi Peringatan Serius
  • RUPST Cashlez Setujui Rights Issue 996,6 Juta Saham untuk Perkuat Bisnis Pembayaran Digital
  • Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Sosok Misterius yang Kini Mengendalikan Arah Negara

Categories

  • Gaya Hidup
  • Home
  • Keuangan
  • Umum

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024

Copyright © Foomer Official | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.